PELAN PELAN SAYANG
Ia meraih lengan Rain, menatap layar dengan gugup karena gambar yang tak begitu jelas membuatnya makin cemas.
“Sebentar. Saya pindahin ke hape. Terus biasanya lebih bersih gambarnya,” ucap Rain. Suaranya rendah, tegang, penuh fokus. Ia segera menarik ponselnya, membuka aplikasi, dan jantungnya terasa memukul lebih keras ketika gambar itu mulai diproses.
“Sayang, ini orangnya. Dan coba kamu cari, ekspedisi ini ada beneran apa fake,” ucap Rain dengan nada tegas. Sorot matanya tetap tertuju pada layar, rahangnya menegang.
Hot Chapters