Tetanggaku Rajin (Minta)
“Diiih … jadi maluu … terus apa lagi?”
“Muka siang lehernya kok malam?” tunjukku ke arah lehernya yang berlipat seperti cucian di laundry.
“Ck! Elu, mah. Muji tetep aja pake ngejekin gue!” ucapnya sewot, bibirnya maju beberapa senti meter.
“Iya, rambutmu jadi lurus. Baru abis direbonding, kan?”
“Eh, jangan salah! Ini bukan rebonding, tapi semuting!” jawabnya tak mau kalah.