Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terperangkap Gairah Paman Tampan

Terperangkap Gairah Paman Tampan

Saat Karin sedang fokus bekerja, pintu divisi pemasaran terbuka. Seorang wanita cantik dengan dandanan menor masuk sambil mengetuk hak sepatunya keras-keras di lantai. Semua mata seketika menoleh. “Siapa di sini yang bernama Karin?” tanyanya lantang dengan nada arogan. Karin sempat melirik kanan-kiri, bingung. Perlahan ia berdiri.
10808 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai pemanah cantik
Baca
+Pustaka
Sup Kecantikan

Sup Kecantikan

Harus diakui, ibuku memang sangat cantik. Rambut hitam panjang berkilau, wajah putih berseri, dada yang penuh dan padat, pinggang ramping, serta sepasang kaki jenjang yang sempurna ... Tak heran semua pria di desa berebut untuk memberinya energi dengan berbagai cara. Aku juga menginginkan seorang pria. Sebagai pengantin dewa gunung, aku harus tetap perawan. Tapi aku tidak mau menikah dengannya!
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai pemanah cantik
Baca
+Pustaka
Parfum Pemikat Wanita

Parfum Pemikat Wanita

Dada besarnya yang padat naik turun dengan cepat, menonjolkan kebulatan ranumnya yang begitu menggoda di depan dada bidang Badru. Kang Yanto terkekeh meremehkan, melipat tangan di dadanya. "Ah, tapi mana mungkin. Kamu kan kalau ranjang selalu datar seperti papan. Dingin, tidak ada gairahnya sama sekali. Mau digimanain juga tetap saja kaku, bikin malas saja."
1014.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 373 kali sebagai pemanah cantik
Baca
+Pustaka
Mau Berapa Ronde?

Mau Berapa Ronde?

Perempuan cantik berusia empat puluhan itu lalu melepaskan kemeja tangan buntungnya. Bra tali leher berwarna putih itu menopang dadanya dengan sangat ketat, menjadikan pemandangan di depan terlihat begitu indah. Tubuh perempuan itu sangat kecil bagaikan artis korea. Perutnya rata seperti papan setrika. Perlahan Sisca mulai melepaskan celana pendeknya dan menurunkan melalui sepasang paha yang sangat ramping. Di balik sana terlihat jelas celana dalam transparan yang memamerkan isinya.
9.957.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai pemanah cantik
Baca
+Pustaka
Simpanan Tampan Wanita Mapan

Simpanan Tampan Wanita Mapan

“Salah lagi, deh. Kenapa masalah usia ini selalu jadi pertengkaran, sih? Kamu itu cantik, Sayang. Kalau kamu lebih santai sedikit aja, pasti orang-orang juga akan menganggap kita seumuran.” Raka memang tidak berbohong. Lana memang masih terlihat begitu cantik dan awet muda di usianya yang sudah tiga puluh tahun-an. Tubuh wanita itu pun masih terjaga, tidak terlalu banyak lemak yang bisa Raka temukan di tubuhnya. “Kamu nggak tahu, Raka. Kamu nggak tahu apa yang saya rasakan. Sering sekali saya merasa nggak pantas berdiri di samping kamu.”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai pemanah cantik
Baca
+Pustaka
Terpikat Pesona Paman Suamiku

Terpikat Pesona Paman Suamiku

Pun Kimberly menerima ponsel Carol—mengalihkan pandangannya pada layar ponsel temannya itu. Seketika Kimberly terdiam melihat hasil pemotretan Jennisa. Tak menampik, apa yang dikatakan Carol adalah benar. Hasil pemotretan Jennisa sangat indah dan sempurna. Pantas saja jika Jennisa dinobatkan sebagai supermodel ternama yang bayarannya fantastis. Sebab, memang wajah Jennisa selalu sempurna cantik di depan kamera. “Not bad.” Kimberly memberikan ponsel Carol pada temannya itu.
1057.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai pemanah cantik
Baca
+Pustaka
Hari-hari Dimanjakan Paman

Hari-hari Dimanjakan Paman

"Wah, Bibi, kamu cantik sekali!" Pamela tampak acuh tak acuh. "Oh ya? Pakaianmu yang bagus, bukan aku yang cantik," katanya. Dengan tatapan terpesona, Adsila berkata, "Percayalah, kamu yang cantik, jadi bajunya juga terlihat cantik! Kalau aku seorang pria, aku pasti akan membuatmu milikku dan nggak akan memberikan kesempatan untuk Paman!" Pamela hanya bisa tersenyum ....
9.51.4M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46.4K kali sebagai pemanah cantik
Tampilkan Ulasan (267)
Baca
+Pustaka
Mei Ika
aku dh bca pamela, kalana dan agam udah diganti lagi cerita tentang jonson dan di ganti lagi dg philips.. syngnya cerita philips cuma aku baca sebentar. aku kira author bakalan nyelesaiin cerita pamela yg menurut ku belum selesai. teka teki yg belum terpecahkan. tapi sudah di ganti2 pemeran
Anava
Agam dan Pemela menikah lagi dan bulan Madu di bab 1895-1898 (Keluarga berkumpul kembali) loveeee... bgt .... Author sangat pandai membuat hati bertalu², emosi, bahagia benar² bisa membuat pembaca larut dalam kisah... Bikin cerita lagi dong Thor, tp jangan panjang² episode nya ...
Baca Semua Ulasan
Pesona Pembantu Cantik

Pesona Pembantu Cantik

Lemak di tubuhnya bahkan tidak ada digantikan dengan otot-otot yang terlihat indah. Akan tetapi tentu saja semua keindahan itu didapatkan dari hasil perawatan dengan harga selangit. Seorang pelayan dengan gaji kepala dua seperti dirinya mana sanggup menghabiskan uang untuk membeli produk kecantikan harga jutaan. “Menurutmu apakah aku cantik?” Mona menarik sudut bibirnya penuh arti. “Anda sangat cantik, Nyonya,” sahut Mawar jujur.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai pemanah cantik
Baca
+Pustaka
Simpanan Cantik Sang Presdir

Simpanan Cantik Sang Presdir

Di rumah ini dirinya sama sekali tidak memiliki teman, bahkan dirinya juga jarang untuk bersua dengan orang-orang luar lainnya. Bahkan kecantikan Arini pun sering dipuji saat orang-orang melihatnya. Dirinya tidak merubah apapun, ia hanya merawat tubuh dengan beberapa produk kecantikan yang sudah terjamin ber-bpom yang juga dipilihkan oleh Elsyam. *** "Aku ke paviliun sekarang." Elsyam sudah melangkah menuju pintu keluar.
8.57.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai pemanah cantik
Baca
+Pustaka
Istri Dadakan Paman Nathen

Istri Dadakan Paman Nathen

Melepaskan kalungan tangan di area tengkuk Nathen, wanita cantik itu menelan ludah kasar dengan agak sedikit kepayahan seraya mengerjapkan pelupuk mata secara berulang, beberapa kali. Bibirnya yang tampak agak gemetar, memetakan senyum manis yang jelas terkesan agak dipaksakan. "Terima kasih atas kemurahan hati, Paman. Tapi aku bisa mandi sendiri saja." Manik mata hazel indah Feli juga tak kalah gemetar, menatap gugup pada tekstur wajah tampan Nathen dengan jarak yang tak seberapa jauhnya. "Jadi ... bisakah Paman menurunkanku, sekarang?"
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai pemanah cantik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status