Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Membawa Kabur Benih Sang Paman

Membawa Kabur Benih Sang Paman

Saham perusahaan turun 5% dalam satu jam terakhir. ‘Media sudah mencium aroma pembatalan pertunangan. Wartawan sudah mengepung lobi kantor. Jangan masuk lewat pintu depan.’ Steven mengeratkan cengkeramannya pada kemudi. Dia lalu menginjak pedal gas lebih dalam, membuat mesin mobil sportnya menderu membelah jalanan kota yang mulai gelap. Sesampainya di gedung perusahaan, Steven memilih akses lift rahasia dari lantai parkir bawah tanah.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as pembawa sial
Read
+Library
Cinta Tersembunyi di Balik Dendam

Cinta Tersembunyi di Balik Dendam

Luka di pelipisnya semakin terasa perih terkena air. "Kalau bukan karena kau, hidup kami tidak akan seburuk ini! Tuan dan Nyonya besar pun merasakan hal yang sama. Saat kau hadir, lama kelamaan, mereka mengalami serangkaian peristiwa buruk. Kau benar-benar anak pembawa sial!" Noah kecil berusaha membela diri. "Ak-aku bukan anak pembawa sial! Noah bukan anak seperti itu!" teriaknya. Tapi yang didapat justru pukulan tanpa henti.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as pembawa sial
Read
+Library
KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

“Entar ya, Sha. Aku lagi sibuk juga. Tahu gak, hari ini surprise banget. Masa Ibuku ngenalin buat calon Bapak. Tahu gak orangnya siapa? Sopir mobil online, Sha? Ya ampuun selera Ibu jauh banget tahu, Sha. Aku masih shock ini.” Sopir mobil online? Entah kenapa … tiba-tiba aku teringat pada Bapak. Dia pun sopir mobil online juga. Ah, tapi ‘kan sopir mobil online ‘kan banyak. Memangnya, Bapak saja yang duda?
1094.0K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as pembawa sial
Read
+Library
Kau yang Diantaranya

Kau yang Diantaranya

Bukan hanya tingkah burung ini yang membuat terkejut, seseorang di belakangku pun mengagetkan. "Apa maksud lu? Kenapa lu yang salah? Kenapa juga itu burung sialan ada di sini!?" Pertanyaan Wira mencerca, ia menghampiri ku dengan marah, mengusir si burung gagak lalu menghajar wajahku dengan bogemnya. Tubuh tersungkur di atas tanah, siku kanan terasa ngilu karena menahan saat terjatuh. "Si Taklif bilang, lu gak boleh main-main sama gagak Aiza! Burung itu bawa sial! Taklif hilang juga karena kesialan, karena gua gak percaya! Sekarang lu juga malah miara tuh burung pembawa sial!" "Burung itu gak bawa sial, tapi aku yang membawa sial Ra." Getir rasanya mengatakan h
8.55.4K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as pembawa sial
Read
+Library
Anak Selingkuhan itu....

Anak Selingkuhan itu....

bisik sisil " bawel, gimana mau petakilan, jalan aja susah!" " pak, ini di tuntun bini nya biar keliatan bucin gitu." panggil sisil " siap sil, perlu di gendong ga? biar keliatan lebih romatis gitu." " ya boleh sih pak, kuat ga angkat ida?" cengir sisil "kuat lah sil.... karung beras aja aku bisa angkat.!."
566 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as pembawa sial
Read
+Library
Mr. Perfect

Mr. Perfect

“Lupakan gaun lama itu, sayang. Aku anggap gaun itu pembawa sial. Besok, aku akan membawamu ke tempat desainer lain.” “Paman, sial itu apa?” Carie mulai ikut-ikutan. “Sial itu—“ aku berpikir sejenak. “Um, gini. Kalau kamu nggak berhasil mendapatkan yang kamu mau. Artinya kamu sial.” “Kalau begitu, Ayahku sial, dong!” Carie menunjuk Andrew yang sejak tadi hanya diam saja. “Karena Ayah nggak berhasil bujuk Mommy punya adik untuk aku.”
1010.9K viewsOngoingAdded to Library 437 Times as pembawa sial
Read
+Library
Dominasi sang Pewaris

Dominasi sang Pewaris

Wanita itu senang karena pikiran buruk di kepalanya tidak terjadi. Dan saat mereka telah sampai di kursi mereka, tatapan sinis dari para pembuat onar menyambut. "Dasar bodoh! Susah payah mendapat kehormatan, malah menghancurkannya dengan mengaku sebagai kurir pizza. Apa gunanya setelan yang kamu kenakan jika sikapmu masih sama seperti pengantar pizza?" "Sekali bodoh ya tetap bodoh. Apa gunanya hebat bermain piano kalau hanya menjadi pengantar pizza? Memalukan!"
9.260.4K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as pembawa sial
Read
+Library
GodTales: Terjebak di Dunia RPG (Role-Playing Game)

GodTales: Terjebak di Dunia RPG (Role-Playing Game)

"Apapun itu. Kalian pasti kebaikan, kebajikan, ketaatan, dan kasih sayang, bukan? Ini sudah waktunya kalian menjemput rekan kalian di neraka. Apa kalian punya konsep tentang neraka?" Keempat orang paus itu kebingungan saat pria yang menyebut dirinya sebagai Aria, mengetahui nama mereka dan tidak merasa takut sampai pembawa pesan berteriak. "KAU! K-KKAU YANG MEMBUNUH PAUS GARBAN! A-AKKU—" Saat berteriak ketakutan, pembawa pesan tersebut tiba-tiba diam. Pembawa pesan itu tidak dapat melanjutkan kata-katanya karena kepalanya sudah terpenggal dan jatuh ke lantai. Aria memotong kepala pembawa pesan itu dengan sihir anginnya.
8.88.9K viewsCompletedAdded to Library 355 Times as pembawa sial
Read
+Library
Ayah Pembawa Masalah

Ayah Pembawa Masalah

Jika tidak, hidup kita akan makin sulit. Ibu berkata bahwa aku masih kecil dan tidak tahu apa-apa. Namun, Ibu diam-diam membuka rekening baru. Buku tabungan itu berisi sekitar delapan ratus juta, yang akan digunakan untuk mahar kakak dan beli mobil. Di kehidupan terakhirku, mereka tidak menggunakan uang itu padahal tahu kalau aku mungkin akan dipenjara. Pada hari aku bekerja sebagai pengasuh laki-laki tua karena butuh uang, kakakku membeli mobil baru.
7.3K viewsCompletedAdded to Library 234 Times as pembawa sial
Read
+Library
Disayang Duda Kaya

Disayang Duda Kaya

tanya Saimah yang baru turun dari mobil dengan membawa setandan pisang di tangannya. "Nunggu Mas Dimas. Mbok dari mana?" tanya Lila melihat Saimah dan Marno yang nampak membawa banyak barang di tangannya. "Cah gemblung kuwi belum pulang?" tanya Saimah dengan bersungut-sungut. Lila menggeleng lesu. "Katanya banyak kerjaan, Mbok. Mas Banyu tadi bilang gitu." "Edan bocah kuwi–"
6.6K viewsCompletedAdded to Library 151 Times as pembawa sial
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status