OBSESI TERLARANG : Sentuh Aku, Ayah Mertua
Di utara kota yang berkilau, tempat ini adalah antitesis dari kemewahan; kumuh, berbau amis air laut, dan menjadi sarang bagi mereka yang hidup dalam kegelapan.
Di antara bangunan-bangunan tua yang terbengkalai, sebuah gedung tiga lantai berdiri kokoh, menjadi benteng terakhir bagi Juanito Dolores.
Di dalam ruangan yang remang-remang, Adela Dolores menyesap gelas wine terakhirnya. Matanya tertuju pada layar digital yang menampilkan radar dan pantulan CCTV.
Di atap gedung, Arnold—sang pembunuh berantai yang haus darah—bersama Juanito sedang bersiap. Mereka memegang senapan runduk dengan presisi mematikan.