Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Antara Luka dan Rasa

Antara Luka dan Rasa

Melihat mereka berdua saling melempar senyum dan berbagi tawa membuat Arbi terus mengerutkan kening sambil menampilkan raut kekecewaannya. Sebelumnya Arbi melihat sang gadis berjalan menghampiri seorang lelaki di depan gerbang perpustakaan. Dari kejauhan ia dapat melihat mereka saling berbicara tanpa canggung. Dengan segala rasa penasarannya, ia pun memustuskan untuk mengikuti mereka. Pada akhirnya berakhir di tempat ia berada saat ini. Menyaksikan pemandangan yang membuat hatinya mendadak panas bagaikan ada api kecil yang telah membakar dadanya. Namun, tetap saja ia melukiskan senyum tipis karena dapat melihat gadis itu tertawa lepas, walau bukan untuknya. Dirinya pun berbalik dan berjalan
2.3K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as resensi novel antares
Read
+Library
Antara Hati dan Janji

Antara Hati dan Janji

Agnia menimang buku lawas yang berhasil dia temukan tadi, membuka halaman-halamannya yang sudah menguning. "Aku suka membeli buku lawas dibandingkan buku baru," katanya sambil membaca coretan yang dituliskan oleh pemilik sebelumnya di halaman pertama. "Selain lebih murah dengan isi yang sama, kita akan mendapatkan bonus." "Bonus apa?" tanyaku. "Ini," jawabnya sambil menunjukkan padaku halaman dengan coretan tadi. Di sana ada catatan kecil yang ditulis seseorang bernama Ridho.
10864 viewsCompletedAdded to Library 22 Times as resensi novel antares
Read
+Library
ISTRI KONTRAK SANG MONSTER

ISTRI KONTRAK SANG MONSTER

Ia berjalan menuju dinding kaca yang membentang dari lantai hingga langit-langit, setelah itu memandang hamparan Kota Jakarta yang membisu di bawah cahaya siang. "Coba kamu pikirkan baik-baik," lanjut Arka tanpa menoleh. "Kalau dilihat dari sepak terjang Antares selama ini, gaya bisnis dan agresi mereka sangat terukur. Mereka licik, tapi mereka pengecut. Antares tidak pernah memiliki akses, apalagi hubungan langsung dengan jaringan pembunuh kelas atas milik Lazarus. Mereka berada di kasta yang berbeda."
101.7K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as resensi novel antares
Read
+Library
Ampun Tuan, Aku Lemas!

Ampun Tuan, Aku Lemas!

Stevani sangat gembira saat mendengar pujian Ares, dia terus mengelus-ngelus kan wajahnya ke dada bidang Ares seperti kucing jinak. Ares mengeluarkan sebuah buku. Buku tersebut buku yang sama, seperti buku yang dia berikan kepada Anne. "Sayang, ini buku untuk menyembunyikan aura kultivasimu dan juga aura tubuh spesial mu," ucap Ares sambil memberikan buku tersebut kepada Stevani. "Sayang, kenapa harus di sembunyikan?" tanya Stevani, dengan nada kebingungan.
1025.1K viewsCompletedAdded to Library 552 Times as resensi novel antares
Read
+Library
Penguasa Yang Tak Terduga

Penguasa Yang Tak Terduga

Mobil Aurelia meluncur dengan kecepatan sedang menuju apartemen susun yang sudah using dan tua. 'Sepertinya aman,’ guman Lintang ketika melihat sekelilingnya yang sunyi mencekam. Namun demikian Lintang memilih mengantisipasi keadaan. Dia menutupi wajah Aurelia dengan kemejanya, kemudian membopong gadis itu menaiki anak tangga dan membawanya ke apartemen nomor 1313. PLAKKK!!!! Lintang terkejut ketika tamparang manis mendarat di pipi kiri Lintang.
4.4K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as resensi novel antares
Read
+Library
Antara Hormat dan Hasrat

Antara Hormat dan Hasrat

Seolah memori tubuhnya menciptakan sesuatu yang tidak nyata… namun rasanya terlalu dekat, terlalu hangat, terlalu mirip kenyataan. Ia mengembuskan napas berat, menatap langit-langit yang gelap. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Arsa merasa takut bukan pada perang, bukan pada tugas, bukan pada risiko. Ia takut pada dirinya sendiri. Pada kemungkinan bahwa ia mulai mencari kehadiran seseorang yang seharusnya tidak pernah masuk ke ruang pribadi dalam kepalanya. Dan ketakutan itu justru membuat dadanya berdenyut lebih keras.
10767 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as resensi novel antares
Read
+Library
Orenda : Terlahir Kembali Menjadi Antagonis

Orenda : Terlahir Kembali Menjadi Antagonis

Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba serentetan ingatan masuk ke dalam tubuh Chlora, dan ia menyadari bahwa ia telah bereinkarnasi. Baik, Chlora tidak masalah apabila ia bereinkarnasi. Ia memiliki orang tua yang baik, seorang bangsawan yang kaya, juga kehidupan yang sangat baik. Sampai di sana, tidak ada masalah dengan hidup Chlora. Tapi, Chlora terlahir kembali menjadi tokoh antagonis dalam novel ‘Bunga dan Cinta’.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 355 Times as resensi novel antares
Read
+Library
Antara Cinta dan Pertalian Darah

Antara Cinta dan Pertalian Darah

Flashback “Ma, bantu Vina, Ma.” Vina tiba di rumah mertuanya dengan penuh air mata. “Ada apa, anak Mama yang cantik? Ada masalah apa?” Gita menyambut Vina dalam dekapannya. “Mas Agus, Ma. Mas Agus. Dia -dia,” Vina kembali sesenggukan. “dia menikah lagi dengan perempuan lain, Ma. Sekarang mereka sudah punya anak. Sedangkan, setelah menikah, Mas Agus belum pernah sekalipun menyentuh Vina,” lanjut Vina. Gita tersentak. Ia melepaskan pelukannya.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as resensi novel antares
Read
+Library
The Second Season

The Second Season

“Kastil kegelapan dengan menara menjulang tinggi diselimuti langit yang dipenuhi guntur. Dengan unsur asli pemilik, sebuah kamar yang mengintimidasi seakan menolak pada keindahan dunia. Sayap burung merak terpampang nyata hasil dari perburuan, tirai mendung menutupi ranjang. Kekayaan bagai sentilan kecil di mata penguasa, tidak layak disimpan dan digunakannya sebagai perabot yang dipenuhi debu. Kediaman sang penguasa kegelapan, Raja Iblis Astro.” Itu adalah isi novel Theós of Authority. “Oh! Ini jadi latar yang udah gue buat sebelumnya. Kamar Astro, makanya terkesan deja vu. Tadi pasti memori pas gue visualisasi nulis novel ini dulu. Tapi ... rasanya pendeskripsian yang gue tulis ini ... kur
106.4K viewsOngoingAdded to Library 251 Times as resensi novel antares
Read
+Library
Antara Janji dan Pengkhianatan

Antara Janji dan Pengkhianatan

Ivan begitu terburu-buru hingga tidak melihat koper berisi seluruh barang-barangku yang tergeletak di ruang tamu. Namun, aku justru melihat cupang di balik kerah baju Ivan, bekas percintaan penuh gairah yang tidak bisa disembunyikan. Aku menggertakkan gigi, mengambil ponsel, lalu membuka pembaruan status Maira di media sosial. Tepat satu menit yang lalu, Maira baru saja mengunggah sesuatu. [Cuma aku yang bisa memberimu yang terbaik.]
1.7K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as resensi novel antares
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status