Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pengantin Abraham (Indonesia)

Pengantin Abraham (Indonesia)

Javi menutup pintu kembali, ia berbalik pada Jennie dan menahan tubuh Jennie yang mendorong tubuhnya ingin masuk. "Jangan Jen, jangan! ini adegan berbahaya, anak-anak di bawah umur dilarang." ucapnya dramatis. "Apaan sih? minggir!" sentak Jennie. "Jen JANGAN! hal ini gak boleh ditiru, hanya orang yang berpengalaman saja yang boleh!" Jennie tidak menghiraukan perkataan Javi, ia tetap membuka pintu dan masuk ke dalam. setelahnya...
9.869.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai pemeran di pintu terlarang
Baca
+Pustaka
Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan

Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan

"Maaf, Bu. Sesuai peraturan, penumpang yang sudah melewati gerbang pemeriksaan nggak bisa ke luar lagi. Kalau mau keluar, silakan menuju pintu keluar stasiun." Untuk mencapai pintu keluar dan kembali ke ruang tunggu, mereka harus berputar cukup jauh. Irene mencoba menjelaskan, "Suami saya lagi ngejar pencuri, saya khawatir dia dalam bahaya. Bisa tolong berikan sedikit kelonggaran?" "Maaf, peraturannya sudah seperti itu. Saya tidak bisa berbuat apa-apa."
9.7382.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.0K kali sebagai pemeran di pintu terlarang
Tampilkan Ulasan (96)
Baca
+Pustaka
Ira Maya
keluarga reagan keluarga yg toxic gak baik... geram pada rebecca enak aja membuat berlian seperti nadine jadi selingkuhan saja reagan bodoh... didampingi wanita baik² malah milih krikil menyesal tuch liat cctv terus... aku mau lihat reagan mengejar² nadine terus dan tersiksa atas perbuatannya
Unyek Kenyek
ceritanya menarik banget,,sbnernya aku bingung juga mau pilih Arnold atau raegan sebagi pembaca TPI kalau di RL kalau aku PCC jdi nadine aku sih mending lebih milih Arnold ya Karna di bisa menghargai wanita udah jdi sahabat adeknya jdi dri pihak kluarga Arnold lebih baik ketimbang raegan tosix
Baca Semua Ulasan
lantai tiga belas

lantai tiga belas

Suara-suara dari dinding mulai memanggil nama mereka. > “Faraaaa…” “Sintaaa…” “Jangan lari… kalian milik kami…” Akhirnya mereka tiba di ruang isolasi D. Sebuah ruangan kecil dengan pintu besi tua dan cap merah besar: TERKUNCI PERMANEN – DILARANG MASUK. Fara memasukkan kunci. Pintu berdecit. Dan saat terbuka… ruangan itu kosong. Kecuali satu lemari besi di tengah.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai pemeran di pintu terlarang
Baca
+Pustaka
Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan

Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan

Cklek! Terbuka pintu yang tidak diizinkan Rana, muncul seorang wanita yang terbilang akrab, wanita yang langsung menutup pintu lagi, "saya bilang tidak terima siapapun dulu termasuk kamu," tukas Rana mengomel dengan napas yang masih berburu.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai pemeran di pintu terlarang
Baca
+Pustaka
Terperangkap dalam Pelukan Terlarang

Terperangkap dalam Pelukan Terlarang

Suara berat itu sukses membuat Ateera diam membeku di tempatnya, dia lalu menengadah dan mendapati seorang pria yang berdiri di depannya dengan pintu lemari yang sudah terbuka. “Tu-Tuan Muda ....”
756 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai pemeran di pintu terlarang
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Delia ingin melepaskan diri, namun Deryn terlalu kuat dan menyudutkannya ke kursi. "Kau ingin membuka pintu itu? Jangan gila." "Aku hanya ingin membuka korannya saja, oke. Tidak membuka pintu." Deryn tetap tak melepaskannya. Menjadi tontonan gratis para penumpang. Pria tua penjual pisau hendak membuka pintu, tapi dicegah oleh pria mengenakan stelan super hitam. "Penasaran boleh, tapi kalau ingin membahayakan seluruh penumpang di gerbong 4, aku melarangmu, Pak."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai pemeran di pintu terlarang
Baca
+Pustaka
Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Suara pecahnya tabung air berpadu dengan tatapan garang di sudut matanya, membuat seluruh ruang tamu diselimuti tekanan yang mencekam. Para pembantu di sekitarnya menahan napas, menyusut ketakutan di sudut dinding. Pak Harto, kepala pelayan yang sudah setia bertahun-tahun, memberanikan diri maju selangkah, suaranya bergetar pelan. "Tuan, Nyonya hanya merasa ruangan terlalu pengap, jadi membuka jendela sebentar. Lagipula anginnya tidak kencang hari itu. Mungkin Nona Aruni lupa menutup selimut waktu tidur ...."
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai pemeran di pintu terlarang
Baca
+Pustaka
CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu

CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu

Renee segera menyusul. Namun, satpam di pintu menghentikannya. Tanpa reservasi, tidak boleh masuk. Dia memang tidak punya reservasi. Akhirnya dia menyebut nama Arvin, bahkan memperlihatkan foto pernikahannya dengan Arvin. Setelah terkejut, pihak keamanan pun membiarkannya masuk. Tak disangka, nama Arvin ternyata begitu ampuh!
9.8433.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.7K kali sebagai pemeran di pintu terlarang
Tampilkan Ulasan (77)
Baca
+Pustaka
Whay Minoz
honestly ga puas ama endingnya..msh bnyk kejadian² yg blm terkuak,seperti d mlm renee d jebak..itu knp bisa ama arvin padahal jls² d rencanakan bt menjebak renee ama putra tertua gumarang..trus ada konflik apa antara arvin dan narzo putra tertua gumarang..
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Baca Semua Ulasan
AKU JUGA BISA CANTIK

AKU JUGA BISA CANTIK

Tak ada jalan lain, aku harus melalui pintu utama. Keluar! Cepat keluar!" teriak satpam yang sedang menjaga keamanan. Sekumpulan orang tertahan di pintu masuk. Sepertinya ada orang yang dilarang masuk karena penampilannya yang seperti orang gila. Aku mengambil kesempatan itu. Menyelinap di kerumunan orang dengan menutupi wajahku, selangkah lagi menuju pintu masuk Namun tiba-tiba...
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai pemeran di pintu terlarang
Baca
+Pustaka
Gairah Terlarang Sang Presdir

Gairah Terlarang Sang Presdir

Dan begitu tiba di depan pintu, sebuah kotak putih tergeletak di sana. "Perasaan nggak pernah pesan paket. Terus, ini paket siapa ya?" gumamnya. Nara pun mengambil kotak itu dan berniat membukanya di dalam rumah. Begitu, kotak itu terbuka, matanya kembali melotot tak percaya. Sebuah gaun berwarna hitam yang sepertinya terlalu kekecilan bagi Nara. Sebuah kertas kecil terselip di sana dengan kalimat, "Pakailah."
10912 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai pemeran di pintu terlarang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status