Anak Yang Terlahir dari Rahim Wanita Gila
"Wah, kalau gitu kamu harus lebih hati-hati, sebab pernikahan tinggal menghitung hari saja."
"Iya, Pak. Lain kali Sabri akan hati-hati."
Kini papa membalikkan badan, mulai membuka percakapan dengan Pak Saiful, orang tua lelaki Mas Sabri. Di sisi lain, mama tampak berbaur dengan ibunda Mas Sabri.
Sedang Sabrina mulai kembali bernostalgia bersama adiknya calon suamiku. Hanya aku dan Mas Sabri yang dibiarkan tanpa ada lawan bicara.