Pacar Toxic
cetusku, setelah memindah rujak satu porsi ke perutku.
"Nggak, Mama seneng, kok. Kenapa? Bosen dicerewetin, Mama?" Aku mengangguk malas. "Mama begitu karena sayang kamu, sayang anak kita. Lagipula kalau kamu nggak ngeyel, Mama nggak bakal ngomel."
Maksud hati membujuk suami, eh malah dia belain emaknya.
"Aku nggak bebas tahu nggak, Mas? Sudahlah nggak boleh kemana-mana, apa-apa nggak boleh. Bosen." Mas Tema terkekeh.
Hot Chapters