Setelah Bapak Tiada
"Mak, Rindu ada tabungan sedikit. Kalau tidak ada halangan bulan depan kita pasangkan pusara Bapak ya, Mak."
"Insya Allah, bertepatan dengan panen sawah berarti. Boleh, Rindu ... semoga hasil panen musim ini lebih baik, ya." Emak membelai kepalaku.
Aku lihat mata Emak berkaca-kaca.
"Rindu, terima kasih sudah menjadi anak Emak yang kuat. Emak seperti melihat diri Bapak di matamu, Nak. Kuat, sabar, tabah, dan pekerja keras. Terima kasih selalu menjadi kebanggaan dan kesayangan banyak orang. Emak minta maaf, ya ... sampai sekarang belum mampu memberikan kehidupan yang nyaman untuk kamu, Nak."
Hot Chapters