Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

🖋️ PENA YANG DITOLAK Di tengah medan ini, satu pena menghitam tidak seperti pena yang jatuh sebelumnya. Ini adalah Pena Penyangkal, alat yang digunakan oleh struktur lama untuk mencoret keberanian sebelum ditulis. Kapten Arya mencoba memegangnya. Tapi pena itu menolak dan membisikkan satu kalimat yang membuatnya nyaris runtuh: “Jika kamu menulis ulang, kamu bukan lagi tokoh yang sama.”
2.7K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as penculik
Read
+Library
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Pertama langsung kuarahkan kursor ke folder Picture lalu membaca sebentar beberapa folder lagi di dalamnya. Aku mengenali ciri khas Fakih menyimpan data dalam perangkat lunak, jadi ku klik folder yang kutemukan milik Fakih dan ditandai juga mencantumkan kata Bogor. Maka muncullah deretan foto Fakih seorang diri maupun Fakih beserta anggota keluarga lainnya berlatar belakang alam pegunungan.
1012.7K viewsOngoingAdded to Library 407 Times as penculik
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

pikir Ocin. Saat sudah selesai dengan hajatnya dan Ocin pun memakai celananya kembali, dia teringat akan pena aneh yang berada di sakunya. Setelah keluar dari toilet, diambillah selembar kertas dari dalam tas dan digendong kembali tas miliknya. Ocin yang penasaran hendak mencoba menulis sebuah kalimat menggunakan pena tersebut. “Masih bisa dipakai tidak, ya?” batinnya.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as penculik
Read
+Library
Si Pemberontak CulunKu

Si Pemberontak CulunKu

Dia malas membacanya. Key yang memandangnya terheran – heran melihat sifat Evelyn, biasanya dia akan menolak setidaknya berdebat lebih dahulu. “Kamu salah makan obat ya Pici, kok langsung maen tanda tangan. Apa tidak mau dibaca dulu?” tukasnya lagi. “Emangnya kalau Saya baca, kalau ada yang tidak cocok apa Kamu mau mengubahnya?”
107.5K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as penculik
Read
+Library
Pulang

Pulang

Si sulung mengangkat pandangan pada langit yang sudah memerah, mereka terlalu hanyut dengan apa yang dikerjakan hingga tidak menyadari waktu berlalu begitu saja. Si gadis membawa hasil panen yang ditangannya, sesaat menatap lekat pada apa yang mereka hasilkan hari ini. Sebuah garis melengkung terukir di sudut bibir sang gadis, hasil yang didapat lebih banyak dari yang diperkirakan. Dengan hasil panen sebanyak itu, tentu bisa dibawa ke pasar untuk ditukar dengan beberapa lembar rupiah. Dengan uang itu dirinya berniat untuk menukar dengan beras dan beberapa kebutuhan lain.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as penculik
Read
+Library
The Queen Janda Pirang

The Queen Janda Pirang

ucap om Lukman sambil tertawa renyah. Pinkan membuka kotak kecil dengan pita pink di atas kotak itu hingga terlihat manis sekali. Saat kotak itu terbuka, dan terlihat hadiah berkilau dengan bandul huruf P yang berarti inisial nama Pinka. "Kalung? Ini cantik sekali? Ini beneran buat Pinka?" tanya Pinka mengulang. Ia merasa tak pantas menerima hadiah cantik seperti itu.
102.6K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as penculik
Read
+Library
Saat Dia Menang, Aku Hilang

Saat Dia Menang, Aku Hilang

Itu hadiah pertamaku untuknya, pulpen yang terukir inisial namanya. Aku membelinya dengan uang hasil kerja paruh waktu sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-18. Julian menempelkan pulpen itu ke pipinya dan menggosoknya berulang kali sampai kulitnya memerah. Julian menatap kosong informasi penerbangan yang berkedip di layar besar Bandara Jafeka. Julian tersenyum patah, lalu berkata, “Nggak mungkin … Dia bilang dia lagi di retret kesehatan …”
6.2K viewsCompletedAdded to Library 241 Times as penculik
Read
+Library
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Pengin tak hiiii. Eh, mataku tak sengaja memandang sebuah pin sebesar mulut gelas di atas bahu mereka. Lamat-lamat ku perhatikan tulisan di pin tersebut. 'Anti Pelakor'. Widih! "Keren pin nya, Bu ibu. Anti pelakor tulisannya. Sejak kapan?" tanyaku dengan menunjuk pin yang berada di bahu mereka.
9.4K viewsOngoingAdded to Library 207 Times as penculik
Read
+Library
CEO PENAKLUK CINTA

CEO PENAKLUK CINTA

Otaknya berputar memikirkan cara untuk meredam amarah Emil, satu-satunya cara ampuh adalah membuatkan black coffe racikannya sendiri. Suara denting menandakan lift sudah sampai pada unit apartemen mewah Emil. Lee langsung segera menekan kode pada gagang pintu, mempercepat gerakan jarinya karena Emil semakin tidak bisa terkendali. “Saya mau besok sudah bertemu dengan chef itu. Tolong kerahkan beberapa karyawan!” perintah Emil tegas. “Ayolah, ini sudah di kamar. Tenangkan pikiran sejenak, apakah kamu mau aku buatkan black coffe?” Lee berusaha mencairkan suasana.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as penculik
Read
+Library
Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

5 jari di telapak tangannya membengkok membentuk cakar dan mencakar ke arah ubun-ubun David. “Astaga, itu adalah Cakar Penangkap Lima Elemen khas Pencak Silat Telapak Suci. Katanya jurus khas ini tidak bisa dipelajari oleh orang biasa. Pernah ada seorang tetua maha guru Pencak Silat Telapak Suci yang menang dari melawan 3 orang sekaligus hanya dengan mengandalkan jurus khas ini.”
9.1806.2K viewsCompletedAdded to Library 22.6K Times as penculik
Show Reviews (84)
Read
+Library
Kaisar Dewa
Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Bercerai tentang seorang menantu laki-laki mantan dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya.  Terimakasih banyak ...️ ...️ ...️ 
Sidartha Tung
Penulisnya seperti ganti orang. Sejak bab 1157 ceritanya mulai ngaco dan semakin kesini semakin ngaco. Alur cerita ngaco ga nyambung, power level ngaco pula. Makin dibaca makin bad mood jadinya. Penulis baru goblok, minimal baca dulu cerita sebelnya yg lengkap biar nyambung bikin ceritanya, OON!!
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status