23.14
penculik itu maju hendak menangkap Ana, namun Ana langsung menghindar.
Penculik itu makin dekat, sedangkan Ana terus mundur, menghindar, sampai punggungnya menempel ke tembok dibelakangnya. Kakinya mulai terasa lemas, ia takut, namun terus menguatkan dirinya sendiri kalau ia akan baik-baik saja.
"Nah, gak bisa lari lagi kan?" tawa penculik itu, "mending diem disini, sambil makan permen nih, enak,"
Hot Chapters