Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Love in Kyoto

Love in Kyoto

Gadis kecil itu berdiri diam di samping ibunya, lalu ia mulai berceloteh; “Mama sedang apa, sih?” tanya si gadis kecil penasaran dan ingin tahu. “Mengetik, Nindy.” Jawab wanita itu tak menoleh ke arahnya. Ia menjawab sambil tetap menekan tuts-tuts keyboard itu dengan lincahnya. Sebab ibunya tak menoleh, gadis kecil itu berusaha untuk mengganggu lagi. “Mengetik apa, sih?” kali ini ia mendekatkan wajahnya di samping lengan ibunya
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai pendosa kecil ibu
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN IBU

MENANTU PILIHAN IBU

Wanita itu selalu saja memohon kepada pria tua yang bernama Romo itu. Terlepas dari semua perhatian dan pengabdiannya dalam mengurus Papa, Ibu selalu bertindak sesukanya. Baginya mungkin aku bisa dijadikan penjamin bagi hutang mereka. Sungguh jahat jika Ibu berpikir seperti itu. Aku berhenti di taman rumah sakit, tidak jauh dari taman itu ada sebuah bangunan kecil seperti musholla. Kulangkahkan kaki menuju ke bangunan minimalis itu. Ternyata benar bahwa bangunan itu merupakan musholla.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai pendosa kecil ibu
Baca
+Pustaka
ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU

ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU

Semoga saja kali ini dia akan diam dan ber oh ria, dengan begitu aku bisa melanjutkan langkahku untuk menindaklanjuti pencarian. “Astaga ... Rosa? Yang baru aja pindah beberapa hari lalu? Yang punya anak kecil perempuan itu, ya? Suaminya tampan dan kece? Oalah ... Mbak ini temennya Rosa. Pantes cantik dan kelihatan berkelas. Rosa juga katanya istri pengusaha, suaminya kaya. Tapi saya, ya, heran. Masak orang kaya tinggal di perkampungan gini, mana ngontrak lagi. Hehehe, bener nggak tuh, Mbak? Eh, maaf, ya. Saya keceplosan, hanya bercanda. Nggak usah dimasukin hati loh, Mbak. Jangan diadukan, ya. Nggak baik loh adu domba, apalagi ngegibah. Hih, dosa!” ujar Ibu tersebut panjang lebar membuat ke
1064.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai pendosa kecil ibu
Baca
+Pustaka
IBU SUSU UNTUK ANAK PEWARIS

IBU SUSU UNTUK ANAK PEWARIS

Ia coba menawari sang ibu mertua yang mood-nya memburuk. “Nanti aku beli kue pukis yang di perempatan itu, ya. Itu kue pukis pavorit Ibu, kan? Mas Bumi pernah cerita kalau ibu sangat menyukainya.” Sandra tersenyum manis seolah sedang membujuk anak kecil. Ningsih tidak menjawab. Hanya embusan napas kasar yang keluar dari mulutnya. Namun, Sandra menganggap jika itu jawaban iya.
9.8760.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.3K kali sebagai pendosa kecil ibu
Tampilkan Ulasan (61)
Baca
+Pustaka
JP
Ijin promote thor. REVENGE menceritakan derita wanita yang tidak tahu apa-apa disiksa sampai hampir mati hanya dengan satu tuduhan, Pelakor. Bangkit dari kematian berbekal sedikit ilmu bela diri, Claudia melacak semua orang yang membuatnya menderita. Mampir kak buat reviewnya. Thanks.
Sitti Aminah
sangat menghibur dan membuat penasaran?apakah yang akan terjadi dengan hidup Aira? penuh dengan misteri kehidupan.ada banyak pelajaran tentang hidup , cinta dan kehidupan rumah tangga.ceritanya semakin menarik dan membuat siapapun yang membacanya penasaran dengan kehidupan Aira ayah raka neninggal.!
Baca Semua Ulasan
Pesona Ibu Susu Kesayangan Tuan Duda

Pesona Ibu Susu Kesayangan Tuan Duda

potong suara itu cepat, ponsel yang tadi dia bawa, ia letakkan di atas meja. "Benar, Ibu. Sebelumnya boleh saya tahu Ibu ini siapa dan ada perlu apa dengan saya?" tanya Dimas masih bingung. Perempuan itu tersenyum sinis, matanya menatap tajam ke arah Dimas. "Saya adalah ibu dari perempuan yang kamu ajak kawin lari, kamu tiduri sampai hamil dan kamu siksa mentalnya dengan luar biasa." ucap suara itu yang seketika membuat Dimas membelalak.
1052.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai pendosa kecil ibu
Baca
+Pustaka
Istri Palsu Tuan Presdir

Istri Palsu Tuan Presdir

Lelaki kecil itu menyedorkan sebuah buku pada wanita yang dia anggap ibunya. "Sini, Son!" Zea melingkarkan tangannya di leher Ar, sementara pria kecil itu bersandar di dada Zea sambil memeluk sang ibu kesayangannya. "Ar mau dongeng yang mana?" "Yang mana saja, Mommy!"
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 751 kali sebagai pendosa kecil ibu
Baca
+Pustaka
Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Dia Ibumu Bukan Pembantumu

panggil Diana dari kejauhan sambil melambaikan tangannya, menggendong anak yang kecil. Aku menoleh ke arah ibu. "Apa?" tanyaku tanpa sedikitpun tersenyum. "Bawain nih anakku! Ini barang sama koper semuanya, ya!" tuturnya memerintah bak Nyonya Besar. Orang kaya aja gak sebegininya, lah dia? "Ibu gak usah bawa barang sebanyak itu, Bu! Apalagi sambil gendong anak, bisa-bisa pinggang Ibu keram lagi. Biar Via aja," jawabku melarang ibu melakukan semua itu.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai pendosa kecil ibu
Baca
+Pustaka
Setelah Bapak Tiada

Setelah Bapak Tiada

Berdosa sekali ibu ini. ~••°••~
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pendosa kecil ibu
Baca
+Pustaka
Kasih Ibu, Dosa Ibu

Kasih Ibu, Dosa Ibu

Aku hampir tidak tahan ingin menampar gadis kecil yang meraung-raung di lantai itu. Ternyata anakku selama ini hidup di lingkungan seperti ini. Diabaikan dan difitnah! Soraya menggendong gadis kecil itu dengan lembut. Matanya penuh dengan kepedihan. "Jangan menangis, putri kecilku. Besok Tante belikan boneka baru! Leo nakal nggak dapat mainan baru!" Dia pada saat ini bersikap seperti ibu yang penuh kasih, menghibur Keke dengan lembut dalam pelukannya.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai pendosa kecil ibu
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat

Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat

Sayangnya sang ibu tidak selamat di akhir cerita, dia meninggalkan gadis kecil itu sendirian. “Hiks… hiks… Ibu… Ibu…” isak gadis kecil itu. Dia tampak seperti anak berusia tujuh tahun. Rambutnya pendek sebahu dan berwarna hitam, ada pita merah menghiasi sisi kepalanya, tapi pita tersebut kini lusuh. “Ibu, ayo bangun. Kumohon…”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai pendosa kecil ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status