Dimanjakan sang Majikan Tampan
“Untuk menambah wawasanmu, kamu harus banyak membaca. Sengaja saya pilihkan yang terjemahan. Kalau bahasa Inggris, bisa-bisa kamu setahun baru selesai baca.”
Tumpukan buku diletakkan tepat di depan Cahya. Wanita itu menilik judul yang terlihat di punggung buku. Hanya satu buku yang berkaitan dengan restoran, sedangkan lainnya tentang marketing, leader, psikologi, dan selebihnya seputar kehidupan.
“Semua ini, Tuan?”
“Iya. Seorang supervisor di tempatku harus ini nya berisi,” jarinya menunjuk kening, “saya tidak mau perwakilan restoranku kurang pintar. Apalagi memalukan.”