O, Yang Mulia!
katanya lirih.
"Bravo! Senang bekerjasama denganmu," tukas O. Ia menjentikkan jari lagi dan pilar api itu hilang seperti angin kentut. Ia berkata lagi, "Baiklah, sebelumnya, agar memudahkan pembaca, aku akan menuliskan format percakapan kita seperti rubrik wawancara dalam majalah-majalah."
Livor sama sekali tidak memahami perkataan itu. Namun begitu sebuh papan hitam dengan tulisan bercahaya muncul di samping mereka, ia mulai bisa menangkap maksud O.