Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasia Wanita Pemikat

Rahasia Wanita Pemikat

Tak lama kemudian terdengar ketukan pada pintu kamarnya. “tok...tok...tok... permisi,” ucap seorang perawat yang masuk ke dalam ruang perawatan Yoga. Melihat perawat mendekati tempat tidur Prayoga untuk melakukan pengecekan, Andini langsung berdiri dan tersenyum ke arah perawat. Terlihat perawat sedang mengecek suhu tubuh, tensi darah dan bertanya pada Yoga masalah buang air kecil dan buang air besarnya. Setelah itu, perawat pun berlalu dari kamar perawatan.
9.219.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 738 kali sebagai perawatan apar
Baca
+Pustaka
SEKRETARIS CUPU KESAYANGAN CEO TAMPAN

SEKRETARIS CUPU KESAYANGAN CEO TAMPAN

Septa memberanikan diri membuka baju dan celana panjang Arga, menghanduki sekujur tubuhnya lalu mengganti pakaian yang basah dengan pakaian kering yang tergeletak di atas meja tak jauh dari situ. Septa mengambil kursi roda di dekat ranjang lalu dengan sekuat tenaga mengangkat tubuh pucat tersebut ke atas kursi roda kemudian mendorongnya ke arah ranjang. Ia secara perlahan memindahkan tubuh Arga ke ranjang. Septa bangkit mengambil aroma terapi dari kotak obat lalu mengoleskan pada hidung Arga. “Pak, sadar Pak!” panggil Septa lirih, ia khawatir Arga semakin parah penyakitnya.
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai perawatan apar
Baca
+Pustaka
Ternyata Suami Mendua Ketika Kami Tak Bersama

Ternyata Suami Mendua Ketika Kami Tak Bersama

Perawat itu juga sudah dibayar oleh Dewangga untuk satu bulan penuh. “Ini jadwal yang harus kamu lakukan selama merawatnya di sini. Kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi saya ya,” ucap Dewangga deraya menyodorkan kertas berisi jadwal minum obat dan lain sebagainya, ada jadwal untuk terapinya juga. “Baik, Pak.” “Ramdan, kamu baik-baik selama di sini ya. Ingat, kamu harus bangkit dan sembuh.”
10139.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai perawatan apar
Baca
+Pustaka
Suamiku, Mari Kita Bercerai

Suamiku, Mari Kita Bercerai

Dan sesekali, Boo menggerakkan jemari mungilnya seolah merespons keberadaan Ariana. "Dia baik-baik saja," bisik perawat yang mendampinginya, memastikan semuanya berjalan lancar. "Kangaroo care sangat penting untuk perkembangan mereka." Nicholas, yang berdiri di sebelah Ariana, mengenakan baju steril serupa. Dia tidak bersuara karena tidak ingin ketahuan kalau dia sangat gugup.
9.8206.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai perawatan apar
Baca
+Pustaka
Kaya Setelah Diusir Mertua

Kaya Setelah Diusir Mertua

Aku kembali menghempaskan tubuhku ke sofa. "Mang Asep baru aja pulang subuh tadi. Dia pasti bersih-bersih dulu. Tolong Bantu Bapak panggilkan perawat. Bapak mau buang air kecil." "Manja banget, sih, Pak! itu di dekat kepala Bapak ada bel, tinggal tekan !"sahutku malas tanpa menoleh. Lebih baik aku berselancar di dunia maya saja.
9.8737.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23.6K kali sebagai perawatan apar
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
hajar jameela
sudah baca hampir tamat, tapi oleh masalah bab terkunci tak boleh dibuka. saya ingat ada masalah pada good novel. jadi restart baru hingga novel ini terulang seperti sebelum baca. saya tidak ingat bab terakhir saya baca jadi saya tak dapat pilih no bab nya. kalau ada tajuk maby senang saya cari.
iyet sari
setiap bab nya terlalu sedikit paragraf nya, jdi gak puas, sedangkan bab yg terkunci sunggu banyak, misal: baru aja buka kunci bab 10, scroll dikit udh langsung nyampe bab 11 dan harus buka kunci lagi, saran saya meskipun banyak part yg dikunci, setidaknya setiap bab beri paragraf yg lebih banyak
Baca Semua Ulasan
Silakan Urus Sendiri Ibumu, Mas!

Silakan Urus Sendiri Ibumu, Mas!

Akupun menyetujui, asalkan kinerjanya sesuai. Akhirnya si perawat pun mulai bekerja, pada saat hari itu juga. Tapi aku merasa ada yang familiar, dengan caranya si perawat merawat Ibu. Ia sangat persis sekali, dengan caranya Amira merawat Ibu. Tetapi si perawat bilang, kalau cara yang ia lakukan itu pasti sama, dengan cara orang lain, sebab itu perintah dari terapis.
1048.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai perawatan apar
Baca
+Pustaka
Pesona Pria Terhina yang Ternyata Mafia

Pesona Pria Terhina yang Ternyata Mafia

imbuhnya dengan senyum kembali. Ia sudah selesai menjahit luka Arfeen. Merapikan peralatannya kemudian membasuh beberapa peralatan dengan cairan steril di sebuah tempat di wastafel. Setelah selesai ia kembali pada dua pasangan itu. Larena membantu Arfeen bersandar kepala ranjang. "Itu pasti sakit sekali ya? Kenapa kau tak mau dirawat saja?" "Kenapa? Kau tidak mau merawatku?"
9.968.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai perawatan apar
Baca
+Pustaka
KURENSIA

KURENSIA

ucap perawatnya Aira memegang tangan Agarish dengan erat, Agarish tahu Aira saat ini sedang ketakutan. “Dek, saya impus ya? Ini gak sakit kok.” ucap perawat itu Aira menatap Agarish dengan tatapan berkaca kaca. Agarish menutup wajah Aira dengan telapak tangannya yang besar, “Gak usah diliat, kalau takut. Ini gak sakit, tahan ya?” pinta Agarish dengan lembut Setelah di impus, dokter pun datang diikuti oleh perawat yang membawa beberapa alat untuk membersihkan luka.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai perawatan apar
Baca
+Pustaka
JATUH CINTA PADA ISTRIKU YANG DULU KUHINA GENDUT

JATUH CINTA PADA ISTRIKU YANG DULU KUHINA GENDUT

Matanya terpejam, mungkin merasakan nyeri yang tak tertahankan lagi. Bau karbol dan antiseptic langsung menusuk indra penciumanku, seolah mempertegas bahwa ini bukan mimpi. Langkah kaki perawat yang terburu-buru dan gesekan roda brankar di atas lantai keramik menjadi music latar belakang yang memekakan telinga. “Ibu tunggu di luar sebentar, ya. Kami lakukan observasi dulu,” ucap perawat, lembut tetapi begitu tegas.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai perawatan apar
Baca
+Pustaka
Karena Utang, Dinikahi Sultan

Karena Utang, Dinikahi Sultan

Tubuh Arga mematung menatap Amara, dia merasakan sengatan arus listrik di hangatnya genggaman Amara. “Bisa-bisanya kamu bikin aku segelisah ini, Amara …,” bisiknya pelan. Perawat datang menyodorkan resep dan catatan observasi ringan. Arga menerimanya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya tetap berada di dalam genggaman Amara. “Amara …,” panggil Arga pelan membangunkan Amara karena mereka sudah diperbolehkan pulang tinggal menunggu obat di bagian farmasi.
8.269.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai perawatan apar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status