RADANIA
Raga merubah posisinya menjadi duduk, "Bibir lo mungkin bisa aja senyum, ntah senyum apa itu gue pun gak tau, tapi dari sorot mata lo gak bisa boong kalo lo lagi sedih."
Dania mengikuti Raga, diapun merubah posisinya menjadi duduk, kini mereka saling berhadapan."Ga, kadang gue sendiri bingung, apa lagi yang bisa gue lakuin selain tersenyum buat nutupin semuanya,"
"Dan, lo perlu tau apa arti senyuman yang sebenarnya."
Dania mendongkak, "Apa?"
Hot Chapters