Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Dia berusaha fokus menyusun strategi untuk berbicara secara profesional dan menegosiasikan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Vincent mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Ini bukan tentang masa lalu, Vincent. Ini tentang bisnis," gumamnya dalam hati. Namun, Vincent tak kuasa lagi menahan panik yang melanda hatinya. Iapun menelepon Nuning dengan tangan sedikit gemetar. “Halo, Vin?” Vincent ingin menangis begitu mendengar suara Nuning yang menyapanya dengan lembut.
1042.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai percakapan negosiasi
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Senja jingga
Suka novel ini. Aku jg suka cara penyampaian authornya. Bisa nyampe gitu perasaan tokohnya. Trs bahasanya jg bagus bgttt. Btw novel ini tuh tiap episode sllu bikin penasaran. Author update 3 bab atau 5 bab aja bikin ngerasa ga sabar mau baca lg wkwk saking nagihnya...
Nuwairatun Imamah
huuu seru bgt kak baru baca salah 1 novelnya yg ini rasanya udah deg deg ser tiap sesinya ada aja pkoknya yg bikin sedih seneng ketawa skaligus ngakak, ditunggu update nya lg ya kak secepetnya sih klo bisa hehee aq smpe maraton bacanya(gila sehari smlm maraton ngabisin koin yg gak sedikit pula haha)
Baca Semua Ulasan
TEMAN TIDUR CEO

TEMAN TIDUR CEO

Burung camar beterbangan, suaranya bersahut-sahutan. Grace berjalan di depan, langkahnya mantap. Lucas juga memperhatikan Villa itu, lalu beekata “Kita bisa jadikan ini ruang negosiasi. Biarkan Karina merasa ini pertemuan eksklusif. Kursi, meja, dan dokumen di atasnya." "Sementara itu, orang-orangmu, berjaga di luar pintu.” kata Lucas kepada Pak Tua yang sedang menemani mereka.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai percakapan negosiasi
Baca
+Pustaka
The Lord of The Criminal

The Lord of The Criminal

“Lalu?” “Tujuan pertemuan hari ini adalah untuk menegosiasikan apakah penyerahan harta bisa diganti dengan uang atau hal lainnya,” lanjut Peter. Charles tertawa mencibir, kemudian mengeluarkan sebuah pipa rokok untuk ia hisap, “Negosiasi? Maksudnya ‘permohonan’?” Charles menyalakan api untuk membakar rokok tersebut, “Ya. saya memang bisa paham keadaannya. Akan tetapi, apakah permintaanku bisa diubah itu ... tergantung pada ketulusan kalian.” Pria itu menyeringai miring, “Kurasa begitu.”
9.98.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai percakapan negosiasi
Baca
+Pustaka
Kubuat Mantan Suamiku Menyesal

Kubuat Mantan Suamiku Menyesal

Kami sudah sepenuhnya membalikkan keadaan menjadi pembicaraan dua pelaku bisnis yang saling membidik tanpa menyerang. Terasa jelas bahwa posisiku dan Andre sekarang berimbang. Kami dalam keadaan bisa bernegosiasi untuk menyepakati dan untuk berkonfrontasi. Tidak ada tekanan di antara kata-kata yang kami lontarkan. Ini seperti melewati sebuah ombak dengan sebilah papan. Satu luncuran cukup untuk membuat kami terselamatkan. “Jangan menilaiku terlalu dalam. Baiklah, kau sudah mengetahui kebenaranya. Waktunya mengucapkan selamat tinggal.” Aku berdiri.
1091.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai percakapan negosiasi
Baca
+Pustaka
Istri Kecilku, Ternyata Pewaris Milyarder

Istri Kecilku, Ternyata Pewaris Milyarder

"Dimas, kamu ini gila, ya? Aku bukan datang untuk bertemu denganmu! Atau, apa kamu mengikutiku? Enyahlah! Hari ini aku sibuk!" Saat Citra berbicara, dia bahkan mengangkat telapak tangannya dan hampir memukul Dimas Anggara. Negosiasi bisnis hari ini menyangkut masa depannya Citra, jadi tidak boleh ada kesalahan apa pun.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai percakapan negosiasi
Baca
+Pustaka
Cincin Pemikat Jodoh

Cincin Pemikat Jodoh

“Saya tau, nih. Bau-bau negosiasi mulai tercium.” “Dalam jual-beli aja pedagang dan pembeli harus sama-sama diuntungkan, ‘kan?” “Udah, deh, Dis. Langsung aja ke intinya. Kamu mau apa? Ceban? Gopek? Cepek?” Gami mengangkat tangan kanan setinggi pundak. “Maaf, tapi saya lagi bokek.” “Saya maunya ...,” Adisti mendongak, bertingkah seperti mempertimbangkan banyak tawaran, “dilayani,” sambungnya sambil mengerling jail.
7.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai percakapan negosiasi
Baca
+Pustaka
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

Dia menegakkan bahunya dan bicara dengan nada profesional yang sering digunakan untuk bernegosiasi dengan lawan bicaranya. “Okay … kita bisa bicara kembali tentang taruhan yang baru saja kamu sampaikan tadi sebelum diinterupsi oleh hal lain,” Akira mengikuti alur permainan Giselle dan dia ikut menegakkan tubuhnya yang sebelumnya condong ke arah Giselle saat berdebat tadi. “Aku tak setuju dengan taruhan tadi!” seru Akira. Suaranya pun ikut berubah menjadi lebih dalam dan profesional. Tidak ada perasaan dan emosi yang tertinggal dalam nada bicaranya kali ini.
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 886 kali sebagai percakapan negosiasi
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Dosen Baruku

Terjerat Cinta Dosen Baruku

Suasana mendadak canggung. Sedangkan Leena masih menanggapi dengan tenang. Ia hanya mengangguk pelan sebelum melanjutkan bicara. “Makanya gue rencanain simulasi. Ada alur awal, respon emosional, berikut negosiasi dan solusi.” Lagi-lagi Arin hanya menyeringai tipis. “Simulasi? Terus kalau strateginya gagal siapa yang nanggung.” Nada bicaranya jelas menantang. “Lo, Na?”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai percakapan negosiasi
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Dadakan Presdir Tampan

Menjadi Istri Dadakan Presdir Tampan

Xander terlibat perdebatan sengit dengan suara rendah selama beberapa saat hingga akhirnya pria itu kembali ke hadapan Dominic. "Tuan Dominic. Mohon maaf, pihak Rahardja kukuh mengatakan bahwa negosiasi akan dilangsungkan di tempat netral, menurut mereka," jelas Xander dengan nada hati-hati, bertahan di bawah tatapan dingin Dominic Romero. "Mereka menyarankan untuk melakukan pertemuan di salah satu restoran Gani Ganesha."
9.9445.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.4K kali sebagai percakapan negosiasi
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Lelaki Muda

Jerat Cinta Lelaki Muda

“Berhenti bersikap kurang ajar seperti ini! Katakan saja apa yang mau kamu diskusikan dengan saya, supaya saya bisa segera pergi dari hadapanmu?! “Bukan sekedar diskusi, lebih tepatnya saya ingin bernegosiasi dengan Ibu. Saya ingin membuat kesepakatan bahwa saya tidak akan membocorkan rahasia Ibu kepada siapa pun, asalkan Ibu mau menjadi pacar saya.” “Negosiasi macam apa yang kamu bicarakan?! Menurut saya yang kamu katakan itu bukan negosiasi, tetapi jatuhnya malah terdengar seperti paksaan dan ancaman. Oleh karena itu, saya tidak bisa menerimanya. Lagi pula, saya juga tidak pernah berminat untuk menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda!” tolak Sarah mentah-mentah.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai percakapan negosiasi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status