PAMER SUAMI
Aku tak berharap banyak lagi selain dijauhkan dari marabahaya.
Segera kurapikan tempat tidur, mengenakan jilbab dan keluar dari kamar ini. Aku menajamkan telinga saat mendengar suara merdu dari speaker mesjid. Ini tidak seperti suara rekaman ngaji.
"Itu suara siapa, ya, Bu? Kok mirip suara ...." celetukku, ragu kalau dugaanku salah.
"Itu suara suami kamu, Nak. Bian itu memang merdu suaranya kalau ngaji. Apa baru kali ini kamu dengar, Ca?" tanya Ibu balik.