TEMAN WANITA AYAHKU
"
Setelah kami turun, Om Adam memarkir mobil di bawah pohon besar di seberang rumah. Aku berjalan bersama Bunda dan Tante Tiara, mendekati rumah putih itu. Dari luar, rumah itu tampak biasa saja, nyaris sederhana. Namun, suasana di dalamnya terasa berat, seperti ada bara yang sebentar lagi akan meledak.
Kudengar tawa kecil, bisik-bisik, dan langkah-langkah tergesa. Sepertinya cukup ramai. Pertanyaannya, ramai karena apa?
Seketika langkahku terhenti ketika terdengar satu suara memecah suasana dari dalam rumah. Teriakan nyaring. Itu suara Tante Nanda. Antara panik dan marah, aku tidak bisa langsung menebaknya. Tapi jelas, itu bukan suara seorang wanita yang tengah menanti ijab qabul dengan sen