Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menaklukkan Dosen Killer

Menaklukkan Dosen Killer

Wajah Rahma yang menangis histeris dengan tangan menggapai-nggapai mengharap pertolongan terus lekat di pelupuk mata Anggi. Setelah berdandan sekedarnya dia berjalan keluar kamar menemui Oma Gina. Seorang wanita lansia yang masih tampak kuat dan energik serta tampak dari kalangan darah biru. Rumahnya mewah dan penuh dengan bodyguard maupun pembantu rumah tangga. "Selamat pagi, Nyonya Besar!" sapa Anggi kepada neneknya, dengan kaku dan salah tingkah.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Pendekar Amnesia

Kebangkitan Pendekar Amnesia

Tak sedikit yang mulai menceritakan berbagai kejadian aneh yang pernah mereka alami di sekitar rumah angker itu dengan begitu hidup dan meyakinkan. Semua orang bercerita seolah mereka benar-benar mengalaminya sendiri. Entah itu fakta atau sekadar cerita yang mereka karang, hanya mereka sendiri yang tahu. Namun, satu hal sudah pasti. Status rumah tua itu sebagai "rumah angker" telah mengakar kuat di hati masyarakat sekitar. Adapun berbagai kematian yang dikaitkan dengan rumah itu, mungkin tidak semuanya benar. Akan tetapi, sebagian besar kemungkinan memang nyata.
9.688.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Dekap Cinta Suami Pengganti

Dekap Cinta Suami Pengganti

Dinding bercat putih kusam dengan beberapa bercak lembab di sudut-sudutnya. Namun semuanya rapi. Bersih. Wangi. ‘Ini rumah perempuan yang berjuang,’ pikir Raka. ‘Perempuan yang tidak menyerah meski hidup menggulungnya sekencang mungkin.’ “Silakan duduk, Raka. Maaf rumahnya kecil,” kata Annasya sambil merapikan bantal sofa yang kempes. “Tidak apa-apa. Rumahmu rapi.”
10532 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Misteri Janin Di Rahim Istriku

Misteri Janin Di Rahim Istriku

Tatapan Vin menusuk, mencari jawaban dari pertanyaan yang tersirat. “Dadd, Anggi adalah nama perempuan yang pernah bekerja di rumah ini,” jawab Sean, suaranya sedikit gemetar. “Dia yang hampir menghancurkan rumah tangga kami. Apa mungkin Anggi Indrajaya dan Anggi adalah orang yang sama?” Pertanyaan Sean diiringi tatapan heran dan penuh keraguan. Hania mengangguk setuju, kenangan pahit masa lalu kembali menghantui pikirannya.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
LANTING BRUGA

LANTING BRUGA

Kidang Alang buru-buru masuk ke dalam rumah, padahal rumah ini bukan milikinya, tapi seolah dia adalah tuan rumah di tempat ini. Rambai Kaca malah tersenyum melihat ekspresi wajah Kidang Alang yang sedikit salah tingkah. Bentakan Nirta Dewi kadang kala membuat pemuda itu ketakutan. Ya, kalian tentu tahu bagaimana jadinya jika seorang wanita sedang marah? Rambai Kaca mulai masuk ke dalam ruang bawah tanah, gudang yang dibuat oleh Manik Angkeran untuk menyimpan semua hartanya.
9.33.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120.5K kali sebagai perempuan di rumah angker
Tampilkan Ulasan (1034)
Baca
+Pustaka
Insan Perantau
sangat menarik jalan cerita..menunggu bab selanjutnya terasa debar di hati menantikan cerita seterusnya.Seakan diri termasuk dalam cerita menantikan lawan yang akan ditewaskan. Rakan- rakan seperjuangan juga menarik isi cerita menghadirkan sebuah cerita yang hebat. Seni pertarungan yang menarik lag
Jayashree
Kalo kamu dijodohkan sosok kaya, rupawan dan sempurna gimana gais? Sayangnya Zora menolak dengan pasti dan memilih kekasihnya yang sederhana. Ayahnya tidak bisa membiarkan hal ini dan berencana untuk menghancurkan kekasih dari putrinya. Hemm gimana kelanjutannya? Mampir ya di "Arti Cinta Untuk Zora"
Baca Semua Ulasan
PEREMPUAN MASA LALU

PEREMPUAN MASA LALU

Entah apa yang ada dalam pikirannya. Ponsel dimatikan, lalu beranjak ke luar kamar untuk mencari ketenangan. Tepat di teras rumah ia duduk sambil menikmati embusan angin. Terlihat sosok perempuan melangkah mendekat, ternyata gerbang tidak terkunci. Ia melangkah dengan pelan, busana muslimah menutupi tubuhnya. Perempuan itu mengulum senyum, dalam hati ia merasa berbunga-bunga dan harus menceritakan pada Raline.
1037.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Mayat di Atas Ranjang

Mayat di Atas Ranjang

“Kamu masih suka mengajukan banyak pertanyaan, masih tetap cerewet, Cah Bagus. Apa menurutmu tempat ini memang seburuk itu? APa iya? Menurutku ini tidak buruk-buruk amat, kok. Ya, meski sebenarnya aku pun belum tahu seperti apa sesungguhnya neraka. Tapi, inilah rumahku dan kau bisa menganggapnya sebagai rumahmu sendiri. Silakan.” Hendi menggeleng cepat-cepat. “Enggak usah, makasih. Aku sudah punya rumah sendiri, dan aku ingin segera pulang kalau kau mau memberi tahu jalannya.” “Rumah yang mana? Rumah berhantu yang dibangun ayahmu dari darah para perawan tanpa dosa itu?” Tidak ada nada mengejek dari pertanyaan Anggita, tidak seperti Kanjeng Ratu. JIka Kanjeng Ratu yang menanyakan itu, pasti s
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Suara Ketukan Di Tengah Malam

Suara Ketukan Di Tengah Malam

kata Karenina sambil memeluk erat lengan Celline. "Engga papa, kok, Karen. Di sini aman, malah orang-orang kayaknya lebih takut ama rumahmu daripada ama pohon di sini," kata Celline mencoba menenangkan Karenina. "Bener? Padahal keadaan rumahku engga seserem itu, kok," balas Karenina bingung. "Yah, namanya juga rumahmu banyak diceritain kalo udah jadi rumah angker. Mana kisahnya udah hampir semua orang tau, jadi begitulah," sela Adrian.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Perempuan Berkhodam Pesinden

Perempuan Berkhodam Pesinden

Khodam itu terkejut saat melihat perempuan berkebaya hitam itu tengah berdiri di depan pintu rumah, terlihat mengendus-endus seolah ingin memakan sesuatu. "Siapa kau? sedang apa disini? kau bukan berasal dari sini. Pergi sana!" usir khodam raja jawa yang nampak terganggu dengan kehadiran demit yang dikirim oleh pak kades untuk menjaga keluarga Aryo. "Aku mencium darah wangi dari rumah ini, aku ingin memilikinya," balas hantu wanita sambil mengeluarkan air liur yang berjumlah banyak, mampu membasahi lantai yang berada di depan rumah.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Perempuan Tanpa Sayap

Perempuan Tanpa Sayap

“Kau sudah bercerita semuanya tentang dirimu,” “Latar belakangmu, keluargamu, serta semuanya padaku tanpa ada yang disembunyikan, kau adalah sosok perempuan hebat yang pernah aku temui.” Saat itu kembali Anjel , sang pengacara cantik dan penuh empati serta Ingin memperjuangkan hak kaum perempuan yang benar-benar miris itu datang dan menjenguk Mawar. “Kau merasa baik-baik saja saat ini bukan??”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status