Ketika Ibu Ingin Menikah Lagi
"Sebenarnya Ibu dan Abah sudah membicarakan ini, Laras. Ibu mendoakan kamu dan Zaidan berjodoh."
"Ibu, sudah, dong, ngomongin ini. Laras risi dengernya." Ibu tersenyum lalu masuk ke kamar setelah melihatku memasang muka serius. Seandainya Ibu tahu, di dada ini, desiran halus mulai kurasakan ketika berdekatan dengan Mas Zaidan. Perasaan yang sangat mengganggu karena aku masih ingin menyimpan nama Mas Erlangga lebih lama di dalam dada. Terkadang aku tak habis pikir dengan takdir. Pada saat Ibu sedang menukar status dari janda menjadi istri, aku harus menerima nasib dari calon istri menjadi kekasih yang ditinggal mati calon pasangannya. Kami sudah merencanakan tempat tinggal, jumlah anak, juga