Bastard Sister
“Jangan, Pak. Biar aku sendiri saja. Bapak mending ngantor. Nggak enak kalau ada CEO pas datang.”
Lelaki itu akhirnya bungkam. Meskipun aku tahu, beberapa persen saham di perusahaan itu berasal dari kocek mertuanya yang bekas CEO sebelum aku bekerja di sana, tapi tetap saja dia harus bekerja secara profesional, bukan? Setelah kupikir-pikir lagi, Pak Candra apa tak takut tersingkir dari jabatannya bila bercerai dari Bu Vika? Bukankah sang mertua bisa saja menghasut para komisaris besar perusahaan untuk mengganti kedudukan Pak Candra? Ah, orang kaya ini. Palingan, dia bisa dengan mudahnya menemukan tempat kerja baru, begitu dugaanku.
Chapitres populaires