Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dimanja Suami Kontrak

Dimanja Suami Kontrak

Dengan suara lembut, ia bertanya, “Apa nama aurora itu, Amor? Dan… maukah kau menjelaskan bagaimana proses terjadinya aurora? Menurutmu, aurora yang paling indah dan langka itu seperti apa? Aku ingin tahu isi kepalamu, bukan hanya soal pekerjaan… atau aku.” Khailas mengeratkan pelukannya, pipinya menyentuh pucuk kepala Lura. Ia menghela nafas panjang, kemudian menjawab dengan nada tenang namun ringan, seolah sedang bercerita. “Aurora yang kau lihat sekarang disebut Aurora Borealis, cahaya utara. Jika ini terjadi di belahan selatan, namanya Aurora Australis. Prosesnya terjadi ketika partikel matahari, yang disebut angin surya, menabrak atmosfer bumi. Ketika bertemu dengan medan magnet di kutu
1016.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 481 Beses bilang permen aurora
Read
+Library
Perjanjian Hati

Perjanjian Hati

Agatha benar-benar menyia-nyiakan bakatnya Tatapan semua orang kini beralih pada Aurora. Mereka telah mendengar bahwa Aurora mengirim pamannya sendiri ke penjara, Aurora adalah wanita yang tidak berperasaan. Namun, mereka kira Aurora setidaknya akan menyembunyikan warna aslinya di depan keluarga Mierro.
105.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 140 Beses bilang permen aurora
Read
+Library
Transmigrasi Sang Nona Antagonis

Transmigrasi Sang Nona Antagonis

Peri melayang lebih dekat, tanpa pernah menyentuh lantai, dan aura wibawanya terasa semakin nyata. "Aku Aurora," katanya pelan, namun namanya terasa bergetar lembut di udara. "Peri berstatus tinggi dari lingkaran keempat. Dan mulai malam ini... keterhubungan antara kita telah sepenuhnya terbuka." Belliza tidak bergerak. Hanya kelopak matanya yang turun tipis, tatapannya tajam namun tetap tenang. "Aku tidak mengerti. Apa tujuanmu muncul di hadapanku?"
105.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 129 Beses bilang permen aurora
Read
+Library
PERMAISURI YIN

PERMAISURI YIN

Aroma kebencian itu berasal dari sana. “Kekuatan sebesar ini jika dibiarkan akan merusak matahari yang terbit. Satu matahari sudah pergi dari sini dan sisa satu yang bersinar tidak terlalu terang.” Meski belum diberi tahu semua kejadian, tapi Park Hwa Rim bisa melihat Li Wei sebagai matahari bersinar yang meninggalkan Chang An dengan suka rela. Kemudian tersisa Li Zu Min yang sinarnya tidak seterang pangeran kedua.
1019.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 443 Beses bilang permen aurora
Read
+Library
Utari

Utari

tanya Edo sambil mengeluarkan permen kapas dari tasnya. "Apa itu tuan?" tanya Utari. "Ini namanya permen kapas, rasanya manis.." jawab Edo."Ambillah, aku sengaja belikan ini buat kamu.." jelas Edo. "Untuk aku tuan?" tanya Utari menegaskan. "Iya buat kamu..ambil..." ucap Edo sambil mengepalkan batang permen kapas itu pada Utari."Apa kau belum pernah beli permen kapas?" tanya Edo penasaran.
2.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 60 Beses bilang permen aurora
Read
+Library
PAWANA

PAWANA

Aku membuka handphone saat tiba-tiba sebuah notifikasi pesan w******p muncul. Alin : [Kay, gimana keadaanmu?] Kayra : [Aku udah rebahan Lin, semoga nanti enakan.] Alin : [send a photo] Alin : [Aku pengen beli jam tangan. Pilih satu diantara dua yang ku kirim!] Aku mengunduh foto yang dikirim Alin. Dua jam tangan warna putih dan biru. Aku dominan menyukai warna putih.
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 65 Beses bilang permen aurora
Read
+Library
Gemintang

Gemintang

Jiandra mengambil dua buah permen cokelat. Jivan meraih ponselnya, mengirim pesan pada Arusha. “Gimana?” “Ceklis satu, Ji. Ponselnya mati apa, ya?” Jiandra mengigit bibir bawahnya, rasanya sulit kalau hari ini ia harus presentasi sendirian. “Masih ada waktu 10 menit lagi sebelum masuk, semoga Arusha dateng, Ji,” Jivan mengelus pundak Jiandra.
105.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 125 Beses bilang permen aurora
Read
+Library
Mentari di Balik Awan

Mentari di Balik Awan

Alunan musik serta orang-orang yang mengobrol di kafe itu sedikit pun tidak berniat untuk memahami keheningan keduanya. Awan saat ini memandang ke luar jendela. Langit mulai gelap meskipun belum jam lima sore. Ia menegakkan punggungnya dan mulai mengarahkan matanya pada wanita itu. “Apa karena kau juga mendengar rumor tentangku? Aku tahu kau bukanlah wanita yang terlalu memperhatikan pendapat orang,” selidik Awan. “Memangnya rumor itu penting? Semua orang melakukannya.”
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 70 Beses bilang permen aurora
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Matanya melotot tak percaya melihat gumpalan awan putih yang tampak seperti tumpukan lemak mammoth raksasa di bawah sana. "Heh, Betina. Kenapa kita masuk ke dalam perut burung besi ini?" tanya Arya dengan raut wajah kebingungan tingkat tinggi. Tangannya sesekali mengelus dinding kabin pesawat. "Apa dewa petir tidak akan mengamuk kalau kita menembus awan wilayahnya tanpa minta izin?"
10.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 234 Beses bilang permen aurora
Read
+Library
PREV
1234569
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status