Terjebak Mantra!
kata Pak RT pada bapakku, dan aku mendengarnya dari dalam rumah sambil rebahan.
“Halah, turun tidak turun yang penting laku dan masih untung,” jawab bapakku.
Perbincangan terhenti ketika Ibu keluar dari dalam rumah membawa tiga gelas kopi panas, dengan sebuah nampan kecil berwarna merah.
“Wah, mantap kopinya sudah datang. Jadi makin kentel olehe ngetuprus,” kata Pak RT pada ibuku yang ikut bergabung dengan mereka berdua.