RUMAH EYANG
Saat tangan kami bersentuhan, aku merasa sangat dekat dengannya.
"Kau pasti nggak ingat ya, sama aku. Kalau aku, selalu ingat sama kau. Waktu kau pindah, kami selalu main bertiga. Rumah kami kan berdekatan. Itu rumahku, yang di sana rumah Yoga," katanya sambil menunjuk rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Zain, dan satu rumah di sebrang rumahnya.
Perempuan itu bicara sangat akrab padaku. Tak ada rasa canggung, justru aku yang canggung.