Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Runtuhnya Sebuah Kesetiaan

Runtuhnya Sebuah Kesetiaan

Ia angkat. “Indah, dengerin dulu. Kamu tuh sayang banget ninggalin panggung.” Suara Tama terdengar tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang terbiasa memegang kendali. “Orang-orang suka kamu. Aku butuh kamu. Dan kamu butuh uang.”
1018.0K viewsCompletedAdded to Library 467 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
PERJAKA NEXT LEVEL

PERJAKA NEXT LEVEL

Maafkan aku, Tam, tapi beneran kom—“ "Diam kau!" Tama membentaknya. "Aku kasih kalian dua juta! Tapi apa hasilnya? Nol! Nilai Nol!" Ia mengepalkan tangan, nadanya berapi-api. "Kalian harus ganti tiga kali lipat, atau kalian tamat!" Kevin dan Bagas saling pandang. Barulah wajah keduanya serius."Tapi, Tam. Ua—“
101.8K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Ok, Aku Nyerah Bos!

Ok, Aku Nyerah Bos!

tanya Tama sambil menjulurkan lidahnya. Maaf, Pak. Soalnya teh yang biasa situ minum terlalu mahal. Jadi, ya, aku hanya bisa menyediakan yang harganya worth it buat dompet pengangguran sepertiku. “Pahit yah, Pak?” tanyaku polos. Tama mencoba tersenyum, walau jatuhnya dipaksakan. Tapi, aku gak peduli. “Maklum, Pak. Saya lagi belajar hidup hemat,” kilahku tersenyum sekadarnya.
1031.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

tanya Rajendra, suaranya datar, tanpa emosi sedikitpun. Si preman kekar bertato ular itu menyeringai lebar, merasa di atas angin. "Oh, akhirnya Tuan Besar mau bicara! Baguslah. Kami hanya ingin Tuan membayar 2 Tirra untuk biaya masuk pasar. Itu adalah sumbangan sukarela, tentu saja," Pria itu menambahkan kata 'sukarela' dengan nada sinis, seolah mengejek. Mendengar itu, Tama mengepalkan tangannya di samping tubuh.
9.858.2K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
My First Love is Paman (TAMAT)

My First Love is Paman (TAMAT)

tanya Adri lembut. "Sudah." "Setiap apa pun yang aku katakan, kau jangan emosi," tegas Adri. "Langsung pada intinya saja," ucap Ira ketus. Tak berselang lama Adri mengeluarkan ponsel dengan beberapa foto yang terpampang jelas di dalamnya. Tampak seorang bertubuh besar mengobrak-abrik tanpa ampun pedagang kecil yang hinggap di sebuah lokasi yang kumuh.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 428 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Dinikahi CEO Tampan

Dinikahi CEO Tampan

tanya Ana. Pria itu mengangguk sambil memberikan uang kembalian milik Ana, "Tentu. Aku sedang mencari uang tambahan di kota ini. Rupanya sangat sulit sekali." Ana mengangguk setuju saat mendengarnya, "Kau benar sekali. Ngomong-ngomong, aku Ana. Senang bisa bertemu denganmu kembali. Kau bahkan telah memberikanku sebuah informasi penting tentang diskon besar-besaran itu kemarin."
2.2K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Balas Dendam Sang CEO Tampan

Balas Dendam Sang CEO Tampan

ujar bu Sumini penjaga kantin seraya mengacungkan kedua jempolnya. “Baik Bu, ini uangnya ya,” kata Thalita sambil memberikan selembar uang 100 ribuan. “Wah besar sekali uangnya Non, saya tidak bawa kembalian.” “Tidak papa, simpan saja untuk Bu Sum ya. Saya harus segera membawa ini ke ruangan Pak Adrian, sekali lagi terima kasih ya,” ujar Thalita dengan membawa nampan menuju ruangan Adrian.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 103 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Suamiku Bos Tampan

Suamiku Bos Tampan

tanya Rama. "Maksud kamu apa, Ram? Kamu menuduhku?" "Lihat rekening ini? Rekening ini aku berikan padamu untuk menutupinya, tapi justru kamu pakai untuk menyimpan uang penyelewengan dana, benar, 'kan?" Tanya Rama dengan nada tinggi. "Rama cukup! Jangan menuduhku, aku istrimu, jangan terpengaruh oleh mereka," sanggah Lisa.
9.8103.0K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Prahara Cinta Ustadz Tampan

Prahara Cinta Ustadz Tampan

"Nggak perlu, Mas. Aku sudah mengikhlaskan semuanya kok. Pokoknya yang paling terpenting kita bisa keluar dari masalah ekonomi ini sekarang juga." Zaydan menghela napas panjang. sesekali ia mengusap-usap telapak tangan Qiara yang sejak tadi selalu menggenggam tangannya. "Uang itu masih memiliki sisa yang sangat banyak. Uang pendaftaran kuliah Mas hanya sekitar 20 juta saja. lalu rencananya mau kita kemanakan sisanya?" Zaydan menatap manik mata Qiara intens.
1011.6K viewsCompletedAdded to Library 267 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

gumam Lila, matanya tidak lepas dari simbol itu. “Perjanjian tidak pernah benar-benar hilang,” jawab makhluk kecil itu dengan suara mengejek. “Hanya dialihkan. Kalian telah membebaskan nenek buyutmu, tetapi kalian telah membuka pintu untuk sesuatu yang lebih besar.” Arga, meski tubuhnya lemah, berdiri di samping ibunya. “Apa yang kau inginkan?” Makhluk kecil itu tersenyum lebih lebar. “Tumbal.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status