PRAS, and his destiny
. Ia memuntahkan suara begitu dahsyat dan hebat, berkali-kali. Hingga ia merasa letih sejenak. Tujuannya satu, mencari dan menarik perhatian Jingga yang pergi entah kemana. Perlahan pun, air hujan turun, bersama petir yang terus bersuara seakan memanggil Jingga untuk datang. Empat puluh lima menit terus seperti itu. Petir letih, suaranya perlahan melemah. Seakan hilang harapan. Hujan pun sama. Ia berkata kepada petir untuk menyudahi usahanya. Jingga tak kan muncul. Petir pun patuh. Ia berangsung pergi menuju langit di arah lain, karena tempat dimana ia biasa bertemu Jingga, tak memunculkan keinginannya itu. Petir mundur perlahan, cahaya menyilaukan menembus ke raganya. Petir diam. Jingga dat
인기 회차