Dibuang Setelah Numpang Tenar
Pikiranku melayang sejenak, terjebak di antara rasa benci dan kasih yang bercampur aduk dalam dada.
Aku berusaha menyingkirkan pikiran itu, dan kembali berjalan menuju ruang kerja. Setelah duduk di kursi, aku membuka laptop, memeriksa beberapa notifikasi email yang masuk. Sayangnya, belum ada tawaran baru. Suara ketukan jemariku di atas meja terdengar berirama, sementara pikiranku melayang-layang mencari inspirasi. Apa yang harus kulakukan? Pikiranku berputar pada konsep yang pernah kutulis, tapi tidak ada yang terasa cukup kuat untuk mengangkat kembali engagement channel YouTube-ku. Jika terus seperti ini, jumlah subscriber-ku pasti akan turun drastis.
Hot Chapters