Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AKU LELAH, MAS!

AKU LELAH, MAS!

[Dea, lagi apa] [Tiduran] [Entah kenapa aku kepikiran kamu] [Kalau aku kepikiran ATMku yang hilang] [Dea, sudahlah, kamu masih marah] [Nggak] [Kok masih ngungkit ATM] [Entahlah, aku juga ga tahu] [Kalau aku sudah kerja, pasti aku ganti] [Iya, aamiinn, sudah ya Mas, aku pusing mau istirahat] Malas juga aku meladeninya. Aku tidak butuh janji. Aku butuh bukti [Ya sudah, kalau kamu ngantuk, maaf ganggu ya, selamat tidur] Kubiarkan saja chat terakhirnya tanpa kubalas.
8.520.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 709 kali sebagai pikiranku lepas
Baca
+Pustaka
Senyum Bahagia Maharani

Senyum Bahagia Maharani

“Sudah. Piket sana! Nanti terlambat ngajinya” Perlahan tapi pasti mereka pergi dari balik jendela. Menjauh dari jangkauan mas Bagas. Dalam hati ku berpikir. Eh, dalam otak. Kan berfikir. Ngapain dalam hati. Aneh. Yang cocok sama mas Bagas hanya aku seorang. Tidak ada yang lain. Ini lagi. menghayal lebih tinggi dari gunung himalaya. Puuk…puukk..puukk
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai pikiranku lepas
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Damar melanjutkan, “Model yang bagus sering lahir dari pikiran yang lelah.” Ia membuka pintu. “Tapi keputusan buruk juga lahir dari pikiran yang terlalu lelah.” Lalu ia pergi. Pintu tertutup kembali. Ruangan itu kembali sunyi. Namun kali ini sunyi yang berbeda. Arkan akhirnya berkata pelan, “Dia benar.” Raka tertawa kecil. “Yang mana?” Arkan menjawab, “Kita memang terlihat seperti orang yang tidak pulang dua hari.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai pikiranku lepas
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM PELAKOR

PEMBALASAN DENDAM PELAKOR

Sebisa mungkin aku berusaha membuang jauh otak-otak tidak sehat yang terus berfantasi dan menarik sambil mengadakan debat di dalam pikiranku. Pertanyaannya semakin membuat otakku berfikir kemana-mana seperti berlibir ke tempat-tempat ternama dengan teman sekolah. Meski sudah berusaha membuang jauh pikiran nakalku merajai imajinasi liarku, aku masih tidak bisa menjauhkannya. Apa kau baik-baik saja? Tentu saja aku baik-baik saja. Memangnya apa yang terjadi kepadaku sehingga membuatku menjadi kenapa-napa?
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai pikiranku lepas
Baca
+Pustaka
Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

“Itu karena mereka mensugesti pikiran mereka ke arah sana, jadi seakan-akan kejadian terjadi karenanya.” “Jadi kamu nggak percaya ceritaku? Itu aku juga dari orang-orang sama internet kok.” “Percaya kok, tapikan terkadang mereka berlebihan. Kalau hati dan pikiran bersih pasti tidak akan terjadi apa-apa kok. Semuanya itu tergantung niatnya masing-masing sih.” “Apa, ya? Terus kenapa kamu melarang tadi?” “Iya, biar kamu nggak capek aja.”
1014.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai pikiranku lepas
Baca
+Pustaka
Putriku Kelaparan di Rumah Mewah Suaminya

Putriku Kelaparan di Rumah Mewah Suaminya

kekehku. “Dasar aneh. Ini kan hanya buat mengalihkan pikiranmu dari sang mantan. Eh kok kayaknya jadi nyaman? Atau memang ada alasan lain yang tak terdeteksi?” Andika menautkan alis, menatapku dengan tatapan selidik. “Kamu juga lebih harum dan rapi.” “Haduh, Dika. Kamu ini gimana sih? Aku bersedih terus, kamu gak suka. Sekarang aku move on, kamu protes juga,” desisku.
1094.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai pikiranku lepas
Baca
+Pustaka
Cinta Itu Omong Kosong???

Cinta Itu Omong Kosong???

Laila menjawab, “Aku biarin sih karna benar-benar gak bisa dialihkan gitu pikiran ku, kadang aku coba lakuin aktivitas lain seperti bantu ibuku, nyuci, nyapu gitu tetap aja pikiran masih kemana-mana gitu. Hanya ketika tidur aja gak terasa kacau pikiranku, yah walaupun susah banget tertidur karna pikiran yang berantakan banget.” Albert menjawab, “Kalau aku sih kadang kalau lagi pikiran kacau, aku pergi bermotor tanpa tujuan atau aku ngajak teman ketemu untuk ngobrol atau main game gitu.” Laila bertanya, “Kenapa kamu Fan, pikiranmu lagi berantakan ya?” Fanny menjawab, “Iya nih tapi ni gak jelas banget pikirin apa gitu.” Albert berkata, “Kamu coba cari kegiatan deh Fan yang kamu suka gitu mungk
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai pikiranku lepas
Baca
+Pustaka
Dulu Aku Memahami, Kini Aku Melepaskan

Dulu Aku Memahami, Kini Aku Melepaskan

Setiap kali ada acara kumpul keluarga, asisten wanita Steven kembali duduk di tempat yang seharusnya menjadi milikku. Aku bertanya pada Steven, “Dia duduk di tempat istri pemilik rumah, kamu tidak mau mengatakan apa-apa?” Steven menjawab dengan tidak sabar, “Kamu yang terlambat, jangan salahkan orang lain karena mengambil tempatmu. Kalau mau, duduk saja di kursi kosong sebelah sana. Kalau tidak mau, pergi!” Ketika aku hendak berbicara, suara hati Steven kembali terdengar. [Istriku, cepat marah ….] [Bilang kalau kamu membutuhkanku dan hanya mau duduk di sampingku ….] [Buktikan kalau kamu mencintaiku. Dengan begitu, aku baru bisa merasa tenang ….] Kali ini, aku tidak lagi menuruti isi hatinya.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai pikiranku lepas
Baca
+Pustaka
 Cinta dalam Bayangan Hutang

Cinta dalam Bayangan Hutang

Ia menatap ke dalam cangkir seolah-olah mencari jawaban di sana, tetapi pikirannya melayang jauh. “Ara,” suara Raka memecah keheningan. Suaranya lebih rendah dari biasanya, tetapi nadanya menyiratkan sesuatu yang lebih. “Akhir-akhir ini, kamu sering melamun.” Ara berhenti mengaduk, menggenggam erat gagang sendok sejenak sebelum menghela napas. “Aku hanya lelah. Banyak yang harus kupikirkan,” jawabnya tanpa menoleh.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai pikiranku lepas
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Dosen Impoten

Istri Rahasia Dosen Impoten

POV Alya Pembicaraan tadi pagi dengan Pak Raka membat pikiranku seolah gak ada di tempatnya. Sejujurnya, sampai sekarang aku masih syok dan sekaligus tak menyangka kalau ternyata alasan Pak Raka gak menikah lagi dan menjauhi wanita ternyata karena dia seorang impoten. Wow. Amazing really? Ini mah sih judulnya bukan 'Ganteng-Ganteng Serigala tapi 'Ganteng-Ganteng Impoten'.
103.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai pikiranku lepas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status