Bara Dendam di Perbatasan
Di tangan kirinya tergenggam secarik kertas lusuh — catatan kecil yang ia temukan di dapur setelah Nini menghilang malam tadi.
Tulisan di atasnya hampir pudar, tapi satu kalimat masih terbaca jelas: “Yang datang lewat pintu timur, bukan utusan, melainkan bayangan.”
Seta memutar kalimat itu di kepalanya. Ia tahu, pintu timur istana jarang dipakai, hanya dibuka untuk tamu kerajaan tertentu atau untuk keluar masuk para pengawas kebun belakang. Tapi seminggu terakhir, penjaga di sisi timur mendadak diganti dengan wajah-wajah baru — prajurit muda yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
Bab Populer