Seribu Pintu Sindukala
Setelah itu, lima anggota lain menyusul, bergerak menuju pintu timur, dan lima yang tersisa ke pintu utara.
Akarsana membuka pintu yang tidak terkunci. Mereka tenggelam dalam keheningan yang pekat setelah berada di balik pintu itu. Aroma debu, tanah, dan lumut menyeruak menyambut kedatangan mereka. Kabut tebal menggantung di langit, menaungi tembok panjang setinggi delapan meter. Tidak ada pintu lain, jendela, lubang atau apa pun itu yang bisa mereka lewati. Ketika Akarsana berjungkuk mengamati jejak-jejak kaki pada tanah berumput kering, Raesaka menghirup wangi samar kacapiring yang menetes dari suatu tempat. Ia lagi-lagi dihantui sepasang mata yang mengawa
Hot Chapters