Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

Segrombolan babi hutan berlari melingkari tubuh Pandak yang tidak sadarkan diri, setelah itu menghilang entah kemana. Warga yang mendengar jeritan pilu, sudah bersiap untuk mencari. Dengan bersenjatakan seadanya dan bantuan anjiing-anjing penjaga milik mereka. Warga mulai memasuki kebun sawit yang luas itu.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai piring bambu
Baca
+Pustaka
PENDEKAR Sabda JAGAD

PENDEKAR Sabda JAGAD

Tiang-tiang fondasi gubuk itu hanya terbuat dari bambu hitam besar, dengan dinding dan pagarnya juga terbuat dari bambu yang terjalin rapat dan rapih. Sederhana memang, namun hal itu malah nampak menyegarkan bagi mata Jalu. Sebuah dipan bambu juga terdapat di teras gubuk panggung itu, saat Jalu menaiki anak tangga gubuk itu. "Hahh!" seru kaget Jalu. Tubuhnya tertegun kaku, saat matanya menangkap sosok sepuh yang terlihat sangat kurus dengan cahaya keemasan menyelimuti seluruh tubuhnya.
1024.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 760 kali sebagai piring bambu
Baca
+Pustaka
Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Taman kecil dengan beberapa tanaman bunga yang sedang mekar. Baby Nata beberapa kali bertepuk tangan senang ketika melihat ada capung atau kupu-kupu yang melintas, mulutnya juga tak berhenti mengoceh meski dengan kata yang belum bisa di mengerti. Shanum akui, Baby Nata memang agak telat kalau soal bicara. Tetapi kalau soal merangkak dan berjalan, perkembangannya lumayan. Biasa itu sih. Bukannya memang pasti ada yang kalah dalam sebuah tahap pertumbuhan seorang bayi.
1048.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai piring bambu
Baca
+Pustaka
Cindaku Sang Penguasa

Cindaku Sang Penguasa

Maka pria paruh baya itu bangkit mengambil ruas bambu, lalu duduk di depan bak kolam yang letaknya beberapa inchi dari pembaringan Askara. "Konsep napak banyu bisa dijelaskan melalui dengan benda ini. Aku minta kau perhatikan baik-baik," suruh Dwara seraya meletakan ruas bambu, benda yang sering digunakan sebagai wadah minum itu tepat di atas permukaan air. Maka dalam hitungan detik pun, ruas bambu itu sedikit tenggelam dan tidak bisa sepenuhnya mengapung. Bahkan setengah bagiannya terombang dalam air.
1019.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 447 kali sebagai piring bambu
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Musik bambu berdengung dari kejauhan, nadanya turun-naik, seperti napas panjang tanah yang bersiap bercerita. Di tengah lapangan, lingkaran jimat digelar. Sembilan orang berjalan melingkar. Mamak Jambul berdiri paling tengah, menggenggam tongkat tua dari kayu rauh. “Tanah, dengarkan kami,” serunya. “Kami bukan hendak mengendalikanmu. Kami ingin menjadi bagian darimu.” Langit tak menjawab. Namun bumi bergetar pelan.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai piring bambu
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Tidak ada satu pun pohon lain selain bambu. Bambu-bambu hijau itu tumbuh begitu lebat, warnanya hijau segar. Ketika angin sepoi-sepoi bertiup, batang-batangnya bergoyang lembut, seakan para bidadari tengah menari di antara kabut pegunungan. Pemandangan itu indah luar biasa. Mereka bertiga melangkah perlahan. Di satu sisi karena khawatir akan ada bahaya tersembunyi, di sisi lain karena kondisi Nazar semakin buruk.
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23.9K kali sebagai piring bambu
Baca
+Pustaka
Membawa Kabur Benih Sang Paman

Membawa Kabur Benih Sang Paman

Ia merangkul bahu mungil putranya. “Tidak apa-apa, sayang. Mereka hanya ingin tahu tentang baju-baju Mama. Lucas masuk ke ruang jahit ya? Di sana banyak mainan baru.” “Tapi mereka terlihat marah, Mama. Lihat, paman itu menunjuk-nunjuk ke arah kita!” Lucas menunjuk seorang pria yang menempelkan wajahnya ke kaca depan sambil terus memotret.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai piring bambu
Baca
+Pustaka
Kultivator Tanpa Tanding

Kultivator Tanpa Tanding

Tatapan Sushang mengikuti, mendarat di atas bambu ungu besar yang berdiri tegak di kehampaan, dedaunannya bergemerisik dengan kekuatan hidup yang luar biasa. Dia mengenalinya sebagai bambu ungu dari gunung.~ ~Xie Feng menantangnya untuk memetik sehelai daun. Dengan percaya diri, Sushang maju selangkah, namun pusaran dahsyat muncul di bawahnya, membuat daun bambu menjadi badai yang menakutkan. Di tengah kekacauan yang berputar-putar, Sushang berdiri dengan kagum.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai piring bambu
Baca
+Pustaka
The Baby (INDONESIA)

The Baby (INDONESIA)

Ponsel Sehun bergentar, membuat sang empu segera bergerak meraihnya. Chandra: jamunya udh gue kasih ke pembantu lo, cekokin aja Resya pake itu. Itu jamu aborsi, klo kandungannya masih muda, biasanya cepet keluarnya. Sehun menyunggingkan seringai nya. Chandra memang paling bisa diandalkan. Tok tok tok Suara ketukan pintu kamar Sehun terdengar, membuat Tuan Muda itu segera bangkit dan melangkah untuk membuka pintu kamarnya.
9.7162.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai piring bambu
Tampilkan Ulasan (81)
Baca
+Pustaka
ww afts
B.A.G.U.S B.A.N.G.E.T C.E.R.I.T.A.N.Y.A💐😊 Rekomondasi cerita terbaik ini, seru apalagi sedihnya kerasa bgt, nyampe ke readers, alurnya ringan ngg terlalu berat tp sekali baca siap² tisu berlembar². Pling keren authornya bisa buat cerita sebagus ini, cerita yg lainpun ngg kalah bagus pake banget💓
Aidasatri Yudianti
Bagus ceritany , meskipun awal ceritany "menyeramkan" penuh dgn kekerasan, bully membully tapi banyk yg bisa diambil dr sebab akibat dr cerita ini ... ceritany jg tdk bertele²n tdk bulet jempol buat kk Authorny
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status