Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERLATIH PATAH HATI

TERLATIH PATAH HATI

Entahlah! Ammar tersenyum masam. Ia paham dengan pasti kekecewaan sang istri. Wanita ini biasa memanggilnya dengan sebutan suamiku. Ketika panggilan itu berubah menjadi antum, maka jelas hati wanita itu sedang tak baik-baik saja. "Maaf," Pemuda tampan itu membelai pundak wanita berhijab terulur panjang ke sebagian tubuhnya.
9.94.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai pitifully
Baca
+Pustaka
Penyesalan yang Terlambat

Penyesalan yang Terlambat

Betapa bodohnya aku. Berapa kali aku mencoba menghubungi nomor itu, tapi aku tidak punya keberanian untuk menekan tombolnya. Aku bahkan tidak berani mengingat bagaimana aku dulu menyakitinya dengan kata-kata yang paling menyakitkan. Setiap kali aku teringat tatapan kecewa dan putus asa yang dia berikan padaku, aku menyesal dan ingin membunuh diriku. Namun, sekarang aku tidak punya uang lagi, dari mana aku bisa mendapatkan uang untuk membayar biaya perawatan ayahku?
8.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai pitifully
Baca
+Pustaka
PELITNYA SUAMIKU

PELITNYA SUAMIKU

'' ucap Arumi sambil tersenyum tipis. Entah kenapa Arumi tidak merasa cemburu sekarang, dia malah merasa kasihan dengan Riana. Arumi sudah bertekat dari dalam hati bahwa dirinya tak akan memberikan nafkah batin kepada suami nya. Hatinya sudah terluka dengan perlakuan keluarga suami nya, Jika harus berpisahmaka terjadilah. Arumi tak akan pernah malu karena usia pernikahannya seumur jagung, dari pada setiap hari dia harus makan hati atas perlakuan keuarga suami nya,juga sikap pelit suami nya.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai pitifully
Baca
+Pustaka
MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN

Make up tebal membuatnya terlihat pangling dan membuatku sulit mengenalinya. “Sehat, alhamdulillah. Saya pangling, Ibu cantik sekali hari ini,” kataku memuji. “Ah, bisa saja. Tapi terima kasih, Neng. Memang MUA nikahan anak Ibu ini MUA paling mahal, pantas kalau orang-orang jadi pangling.” Mulai deh sombongnya, baru saja kupuji sedikit, sikap mirip ibl1snya sudah keluar.
9.48.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai pitifully
Baca
+Pustaka
Beautiful Pain

Beautiful Pain

Pria itu menatap Ilyin yang tampak begitu lesu dan kuyu. Ilyin memiringkan wajahnya, menatap Damian sesaat. Ada seribu rasa sakit yang tampak di matanya saat ini, tapi dia tidak bisa mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan pada Damian, dia tahu bahwa Damian juga tidak akan mengerti sesakit apa dia saat ini. "Aku tahu ini pasti sangat menyakitkan bagimu, aku yakin kau bisa melewati semuanya, Ilyin. Kau adalah wanita yang kuat." Damian berkata lagi, tapi tidak ada balasan.
1039.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pitifully
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Lalu tulisannya bukan Panjalu menang, tapi 👇👇 CUKUP SAMPAI DI SINI UDAH DULU YA SENJAKU TELAH PERGI USAI MAAF, CUKUP SINGGAH AKU KALAH PATAH AKU PERGI DULU RETAK DIRIKU BODOH HILANG PAMIT TERLALU TEGA GAGAL HALUS, TAPI KASAR BAIK, TAPI BURUK TULUS, TAPI MENGHANCURKAN “Semua pantas kamu rayakan. Kasih tempat sebaik mungkin, kasih perayaan seistimewa mungkin, apalagi untuk dia yang menyakiti. Bukan untuk mempertahankan kebodohan, tapi untuk melatih syukur aja, biar nggak percuma sakit hatinya.” Ayu❤Harsa❤Nyiur
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai pitifully
Baca
+Pustaka
Hadiah Pahit dari Suamiku

Hadiah Pahit dari Suamiku

tolakku tegas. Wajah Mas Andra tampak kecewa.”Tapi kenapa, Nai? kamu gak kasihan sama Fadil?” “Justru karena aku kasihan sama Fadil, Mas! Aku gak mau anakku malu karena punya ayah seorang pezinah! Asal kamu tahu, ya. Perempuan yang sering tidur denganmu itu terus-terusan mengirimkan pesan menjijikkan ke WA!”
1042.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pitifully
Baca
+Pustaka
Mistpouffer

Mistpouffer

“Hey, kalau kamu butuh teman cerita, kamu bisa langsung chat aku. Aku lihat kamu kayaknya enggak pernah berusaha menceritakan masalah hidupmu.” Aruna menggigit bibir bawahnya. “Ha, yang kamu bilang emang benar. Aku menghabiskan hidupku sebagai mesin pembunuh untuk orang-orang yang mengincar para siren. Aku rasa aku memang enggak pantas untuk dimaafkan.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai pitifully
Baca
+Pustaka
Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku

seru Raymond mengerutkan dahi. "Apa? kau tidak terima Papa memanggilnya wanita murahan. Dia adalah wanita yang paling tidak tahu malu dan tidak tahu diuntung. Kau sudah dicampakkan, Ray. Buka matamu lebar-lebar. Bangun dari mimpimu. Kau bukan pria yang kekuarangan satu apapun sampai harus mengemis cinta!" kata Alvin mengepalkan dua tangannya.
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai pitifully
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

SEBELUM MEMBACA, JANGAN LUPA DISUBSCRIBE ATAU BERLANGGANAN, YAA. *** "Aduh, pisaunya kenapa bisa jatuh sendiri, sih?" "Bukannya tadi yang jatuhin—" Pembantu itu tampak bersungut, tapi dia melirikku tajam, seolah tidak suka. "Bi, kenapa tiap malam saya dengar Zifa teriak kesakitan? Apakah ada sesuatu yang terjadi sama dia?" Aku berusaha memancingnya.
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 599 kali sebagai pitifully
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status