Sentuhan Adik Sahabatku
Saat benar-benar sepi, tubuhnya berbalik.
Tangannya gemetar saat meraih ponsel di atas nakas. Cahaya layar menyapu wajahnya yang pucat, memantulkan mata penuh kecemasan. Nama Birru muncul di sana. Tanpa berpikir panjang, jarinya menekan tombol hijau.
Nada sambung berputar—satu kali, dua kali, tiga kali—namun tak ada suara yang menjawab.