Kami Bisa Tanpamu Mas
,” aku diam selama beberapa detik, untuk mencerna kalimat panjang yang baru saja Mas Riza utarakan.
“Hey! Gimana?” tanya Mas Riza lagi, karena aku tak kunjung memberi tanggapan.
“Menurut mas, untuk apa saya harus membatalkan pernikahan mereka?” tanyaku lirih.
“Ya, siapa tau kamu masih mau rujuk sama dia?” sahutnya cepat, membuat aku menolehkan pandangan ke arahnya.
“Jangan pernah mencintai seseorang yang tidak mencintaimu kembali, dan berhentilah mencintai seseorang yang hatinya mencintai orang lain, dan itu bukan dirimu,” kataku, menatap tajam matanya.
ตอนยอดนิยม