Jadul Tapi Mantul
Dia justru menangis.
"Aduh, Abang kok gitu sih, macam gak percaya Tuhan saja,"
"Abang percaya, Dek, tapi harus sesuai logikanya juga, seperti kucing tadi, umurnya hanya sekitar delapan tahun, gak mungkin sampai puluhan tahun, gitu juga Abang, umur kami seketurunan hanyalah enam puluhan, gak mungkin tiba-tiba jadi tujuh puluhan. Sementara Cantik masih tiga tahun, berarti dia nanti akan merasakan jadi anak yatim, huhuhu," Bang Parlin jadi sensian, dia menangis sesenggukan. Aku tidak tahu apa lagi yang akan kukatakan, memang yang dikatakan Bang Parlin itu ada benarnya. Aku juga jadi ikut sedih, berarti kebersamaan kami tidak akan lama lagi.
Hot Chapters