Selubung Memori
Jesse mengajakku melihat tungku lebih dekat, dan di sana ada semacam tiang dan panggangan, seolah tungku api sebesar ini juga menjadi tempat membakar bahan makanan.
“Pesta api unggun,” kata Jesse. “Biasanya seminggu sekali. Atau kalau ada yang ingin bakar-bakar.”
Dan di sekeliling tungku raksasa, berdiri pondok-pondok megah yang punya beragam variasi interior. Pondok itu seperti menjaga tungku, dengan jarak yang tak terlalu dekat, tetapi juga tidak terlalu jauh. Di ujung barisan Gerha ada dua pondok raksasa, yang sepertinya berlantai empat, dengan gaya tradisional layaknya pondok utama. Dua bangunan itu punya beranda luas, masing-masing punya kursi goyang dan meja kartu, dengan hiasan kincir
Hot Chapters