Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SCANDAL

SCANDAL

sahut Moreno sambil menunjuk beberapa tanaman perdu yang masih berada di plastik yang teronggok di pojok kebun. Tsabitha menggeleng pelan. “Iyaa, aku belum pindah ke pot. Karena aku belum beli pot-nya! Nanti ingetin, yaa untuk beli pot pas kita pulang nanti,” “Pantesan dari tadi aku nyari-nyari potnya kok nggak ada, rupanya belum beli to? Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu nggak bikin kebun di atas rumah kita?”
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai pot tanaman
Baca
+Pustaka
MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

Bukan hanya karena nominalnya, tapi karena pastinya pelanggan merasa puas sampai memberikan tips untuk pekerjaan Ibu. Tiba di rumah, aku menghabiskan waktu untuk hobi berkebunku. Ada beberapa pohon tomat, cabai dan juga leunca yang kutanam dalam media pot dan dijejerkan di samping rumah. Hari ini aku mau menyemai benih terung, lumayan buat tambahan lalapan dan bisa menjadi penopang ketika lagi seret uang. Untuk pohon bunga, aku tak terlalu banyak menanam. Hanya satu pot anggrek bulan dan sekitar tiga pot anggrek biasa yang kugantungkan pada paku-paku yang sengaja kutancapkan di dinding.
10116.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai pot tanaman
Baca
+Pustaka
MY SEXY CEO

MY SEXY CEO

Dia menyusun beberapa pot yang akan ditambahkan tanah untuk tanaman baru. "Pakai, biar tidak kotor dan lecet." Bagas memberikan sarung tangan khusus berkebun, setelah itu mulai mengisi tanah pada pot yang tersedia. "Nanti kalau tanaman ini besar, perlu dipindahkan ke tempat yang baru lagi?" "Iya, semoga dia tumbuh subur. Katanya pupuk ini paling bagus, awas aja kalau tanamannya sampai mati."
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai pot tanaman
Baca
+Pustaka
Godaan si Petani Tampan

Godaan si Petani Tampan

Ukuran mereka tidak dapat memuaskanku. Setelah kebetulan mendengar dari temanku yang datang dari pedesaan mengatakan bahwa pria yang bekerja di ladang sangat kuat, pria idamanku berubah menjadi seorang petani yang kuat. Aset Adri yang ada di dalam tubuhku perlahan-lahan membesar dan terasa makin panas. Aku mendesah untuk sesaat, lalu mengulum jarinya. "Kamu keras sekali."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai pot tanaman
Baca
+Pustaka
Jenderal Naga

Jenderal Naga

Gunung itu ditanami berbagai macam tanaman spiritual dan sekarang ada tanaman baru yang ditanam di sana, yaitu Pohon Bodhi. Pohon Bodhi memiliki tinggi ratusan meter dengan cabang dan daun yang rimbun. Pohon ini juga memiliki buah berwarna merah dan berkilau seukuran kepalan tangan. Buahnya sangatlah banyak, mungkin berjumlah sekitar seribu buah.
9.11.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48.4K kali sebagai pot tanaman
Tampilkan Ulasan (251)
Baca
+Pustaka
Aura Tion
ceritanya bagus tapi sayang bro,, durasi waktu emang terlalu cepat. Ini namanya ngejebak pembaca ngabisin Kouta dan uang hanya untuk baca secara online. dipikir- pikir lebih baik beli novel. tolonglah yg bertanggung jawab atas ini semua penulis atau penanggung jawab aplikasi, jgn mau untung sendiri.
Jack
baru sampe bab 44,kok saya merasa isi cerita selanjutnya nya akan bikin kecewa.sudah bosan sama cerita orang berkuasa yang pura2 lemah,g jauh isi nya dari penghinaan dan selesai nya permasalahan seolah selesai bukan karena kekuasaan nya (pemeran) sendiri tapi karena orang lain.begitu terus berulang2
Baca Semua Ulasan
Pewaris Pedang Sulur Naga

Pewaris Pedang Sulur Naga

"Lihat, aku menemukan tumbuhan yang memiliki daun tebal mirip Bunga Mutiara Pohon. Bunganya juga indah, meskipun lebih kecil." Sekar Pandan ikut berjongkok. Tangannya membuka lepih dan membaca keterangan tentang tumbuhan itu. Tumbuhan itu bernama Akar Manis. Yang paling berkhasiat dari tanaman yang tumbuh sendirian itu adalah akarnya. Akarnya sangat panjang dan dari akar itu akan muncul tunas ke permukaan tanah. Ia bermanfaat untuk membersihkan racun dalam tubuh.
8.520.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 446 kali sebagai pot tanaman
Baca
+Pustaka
Kultivator Tangguh

Kultivator Tangguh

Pendekar Dewa Surga Tahap Awal, Menengah dan Tahap Puncak. Untuk meningkatkan ranah kekuatan di Tatar Pasundan, sangat sukar sekali, selain harus didukung oleh berbagai sumberdaya tingkat tinggi, juga harus rajin berlatih dan berkultivasi. Di Tatar Pasundan semua Kultivator setelah keluar dari perguruan beladiri, untuk meningkatkan ranah kekuatannya, dia melakukan latihannya didalam hutan, di gunung, dipesisir pantai, atau di sungai yang airnya deras.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai pot tanaman
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Pak Manajer Tampan

Jerat Cinta Pak Manajer Tampan

Freya keluar dari ruangan lalu masuk kembali dengan membawa sebuah pot keramik putih yang cukup besar. Baskoro menatap pot keramik yang didalamya ada bibit tanaman dengan dahi berkerut, "Apa ini, Fre?" "Ini kenang-kenangan dari saya untuk Bapak. Di dalam pot ini, tertanam sebuah bibit pohon Kalpataru yang masih muda tapi memiliki batang yang kokoh dan daun yang hijau segar," jelas Freya dengan santun. Baskoro tersenyum tipis. Dia pernah mendengar tentang pohon kalpataru. Kata orang-orang, pohon itu dikenal sebagai pohon kehidupan dan pengharapan.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai pot tanaman
Baca
+Pustaka
JERAT CINTA RENTENIR MUDA

JERAT CINTA RENTENIR MUDA

Kerutan di ujung matanya menandakan ia sedang benar-benar senang melihat pemandangan itu. Ayu menghampiri wanita berusia setengah abad tersebut. “Kebetulan ada beberapa tanaman yang butuh pindah pot. Saya kerjakan sekalian mumpung lagi senggang.” “Bagus itu. Kalau sering hujan begini tanaman jadi rawan busuk akar. Saya juga punya aglonema, kemarin ada yang layu,” keluh Bu RT, membuat Ayu terkekeh pelan.
934 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai pot tanaman
Baca
+Pustaka
BUKAN MEMPELAI IMPIAN

BUKAN MEMPELAI IMPIAN

"Iya, Sayang. Ini namanya daun kelor. Bisa untuk sayur, bisa juga untuk obat. Banyak vitaminnya." Anak-anak PAUD sudah duduk melingkar di atas tikar pandan besar, diteduhi pohon flamboyan yang sedang mabuk bunga merah. Sepoi-sepoi membuat ranting bergemerisik seperti bisikan rahasia. Masing-masing murid memegang tanaman yang mereka bawa dari rumah—ada pot plastik mungil, bahkan ada yang hanya berisi segenggam rumput. "Ibuku nanam bunga mawar! Wanginya kayak minyak rambut Ayah," seru Lintang sambil mengangkat pot kecilnya, disambut gelak tawa teman-teman.
1038.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pot tanaman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status