Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PESONA

PESONA

"Percikan api yang kau nyalakan belum padam dan aku yang akan memadamkannya dengan caraku." Aku bisa melihat bagaimana bibir tipis itu mulai tersenyum manis dan para tamu bertepuk tangan dan ikut tersenyum saat sepasang insan itu selesai memasang cincin di jari satu sama lain. Semakin Nandin tersenyum bahagia maka semakin besar keinginannya untuk mengubah senyuman itu menjadi tangisan. [][][][][][][][][][][][][][][][]
1015.8K viewsOngoingAdded to Library 332 Times as pouted
Read
+Library
Mate

Mate

sahut Alfa sebel. Nuansa café yang serba pink dan sangat serba Korea memang menambah daya tarik café ini. Apalagi kalau pengunjungnya, penggila Korea kayak si Icha. “Huah Oppa Park Bo Gum!” jerit Icha histeris saat melihat gambar salah satu aktor korea di dinding café ini. Alfa melengos mendengar Icha. “Masih cakepan Masmu ini, Cha, Cha.”
103.8K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as pouted
Read
+Library
Mistpouffer

Mistpouffer

“Iya, mereka memang melakukan itu. Aku pernah ngelihat Mutia pas dia pakai celana pendek dan yah, aku ngelihat tanda penyatuan jiwa itu di pahanya. Awalnya aku kira itu cuma tatto.” Kini kedua remaja itu hanya bisa bengong. Sirius hanya meringis ketika melihat ekspresi mereka berdua. “Aku kira Namika udah tahu lho, kalau tanda penyatuan jiwanya Mutia itu ada di pahanya.” “Aku bener-bener enggak tahu!” ucap Namika. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tatapannya kembali ke ponselnya.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as pouted
Read
+Library
POEDJAN

POEDJAN

Namun peduli setannya lebih besar ketimbang rasa yang sebelumnya sudah dijabarkan oleh logika mereka. “Jangan bicara apa-apa mengenai ini.” “Mati dipancung aku jika iya.” Hebatnya, Mustika tertawa dengan lelucon klasik Amin. Mustika mendongak. Sebetulnya, yang ia lihat selain dagu dengan titik-titik janggut yang keluar dari pori-pori adalah kerutan yang entah mengapa sangat rupawan dilihat dari tempat di mana matanya berada. “Bersedia engkau membantuku mengenai apa yang kulontarkan padamu tadi, Min?”
105.5K viewsOngoingAdded to Library 181 Times as pouted
Read
+Library
PERSUGIHAN

PERSUGIHAN

tanya dokter yang menyentuh kulit pen*s Adam yang kelihatan melepuh. “Iya, hanya bagian itu.” “Apakah anda menyuntikan obat tertentu atau menggunakan minyak perlumas?” tanya dokter yang masih penasaran. Karena ia pertama kali melihat pen*s setengah hitam melepuh seperti itu. seperti daging yang sudah masak. “Tidak ada, hanya memakai kondom.” “Saya nuliskan berapa obat antibiotik, lusa datang lagi untuk melakukan pemeriksaan lanjut dan melihat perkembangannya.”
9.8322.4K viewsOngoingAdded to Library 11.9K Times as pouted
Show Reviews (64)
Read
+Library
ANGELA HIKARU
Hai para hatter... ngak usah lapor2in deh ke editor dan gosip. apa lagi persulit rezeki orang. rezeki sudah di atur tuhan dan usaha dong... jangan sirik dan persulit rezeki orang. karma pasti berlaku 😘😘 sekarang kalian bisa ketawa. tapi bisa sampai kapan...
NanaMia
Kak Angela, aku udah baca hingga bab 97. Jujur deh, pada bab awal aku sakit ati sama Ardi, tapi di bab 96 hingga 97 aku merasa kagum dengan perkembangan watak Ardi. cerita kakak bikin aku merasa roller-coaster gitu. Semangat kak. Tiap hari aku menunggu bab seterusnya😭💪🏻
Read All Reviews
Patah

Patah

Ph Nay Itu nama yang gadis itu gunakan untuk sosmednya Voila. I*******m, twitter, f******k, dan… Papyrus. Dia penulis Papyrus juga, ucap Manggala dalam hati. Segera dia mengeklik nama itu di logo P milik Papyrus. Setelah stalk singkat. Manggala mengkopi URL akun Papyrus itu dan menyalinnya di notes Whattaps miliknya. Dia akan membaca tulisan gadis itu ketika senggang saja.
1028.4K viewsCompletedAdded to Library 737 Times as pouted
Read
+Library
YOU

YOU

warning ada adegan +++++ Happy reading guys 😘 Kesya mengerjapkan kelopak matanya berulang kali, mencoba untuk menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang sudah menelisik menerangi kamar itu. Perlahan dia menjauhkan diri dari dekapan laki-laki yang kini memeluknya namun, tubuhnya sama sekali tidak bergerak. Kesya menyadari bahwa ada tangan besar yang menahan tubuhnya. Dia menghela nafas pasrah, lilitan di tubuhnya sangatlah kuat, sangat sulit untuk melepaskan diri dari dekapan itu. Kesya tertegun ketika melihat pahatan sempurna di hadapannya, tanpa sadar kedua sudut bibirnya terangkat. Tangannya bergerak, membiarkan jari telunjuknya menelusuri seluruh wajah pria itu mulai dari mata, hidung, p
9.911.0K viewsCompletedAdded to Library 441 Times as pouted
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

pinta Angga karena rasa penasarannya. “Nggak ada siaran ulang, Ngga.” “Makanya ngomongnya pelan-pelan biar gue ngerti.” “Gue ngomong sepuluh kali pun, belum tentu lo ngerti.” “Gue ngerti ya bagian ‘amoureux de lui’.”
1038.6K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as pouted
Read
+Library
Rapuh

Rapuh

pinta Syam menyandarkan tubuhnya di pintu. "Lo mau duit berapa?" tanya Sandy mengeluarkan isi dompetnya. "300 ribu, gue mau jajan di luar!" jawab Syam dengan nada santai. Mendengar permintaan Syam membuat Sandy bangkit dari tempat duduknya, Sandy merasa keberatan dengan permintaan Syam karena Sandy memang tidak memiliki cukup banyak uang.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as pouted
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status