Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
HURT

HURT

jawab Ae Ri datar seraya memasukkan donat bertoping kacang almond yang tinggal setengahnya ke dalam mulut. “Jinjja[4]?!” seru Eun Jung, terdengar senang. “Iya. Sesuai permintaan,” sahut Ae Ri. Ia meraih poci porselen berisi air teh dan menungkannya ke cangkir, lalu meminumnya perlahan. “Dan bayarannya sangat mahal.” Lawan bicaranya tertawa lepas. “Tidak ada diskon?” “Tidak.”
103.3K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as pouted
Read
+Library
YOU

YOU

“Lo mau pesen apa? Biar gue pesenin sekalian” “Nanti aja gue pesennya. Lo mau pesen sekarang emang, Lun?” “Tadinya, tapi karna lo pesennya nanti, yaudah gue juga nanti aja deh pesennya.” “Yeh anak labil dasar.” “Hahahaha biarin, yang penting Bahagia”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as pouted
Read
+Library
Persona

Persona

"Lo? Ngapain lo?" ***
106.5K viewsCompletedAdded to Library 209 Times as pouted
Read
+Library
PUDAR

PUDAR

tegur lelaki berambut ikal dengan tag-name Aryo. Kegetiran seketika menyergap Mutia yang tengah mengamati Kevin yang sedang melayani pelanggan lain. Dirinya sampai dibuat tergagap hanya untuk menjawab, "Moccacino satu." Rahang tegas dengan tatapan meneduhkan. Kelincahannya berinteraksi, dilengkapi lesung pipit ketika lelaki berkulit sawo matang itu tersenyum. Pesona maskulin yang dipancarkan Kevin entah mengapa dapat mengilas dan mengaduk-aduk harga diri Mutia sebagai seorang wanita. Sudah bisa dibayangkan betapa cantiknya Karen yang menawan di mata Alan hanya dengan memandangi Kevin seperti ini.
164 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as pouted
Read
+Library
PARAMOUR

PARAMOUR

Ting tung ting tung ting tung Satu ikat bunga peony memenuhi tangan Nathan yang kini sedang menunggu dengan gusar di depan pintu. Kegelisahan seperti memenuhi pikirannya tak kala Vivian yang biasanya begitu cepat membukakan pintu, kini harus membuatnya menunggu. Semua karena rasa bersalahnya, ia mengakui kesalahannya dan ia ingin menyelesaikan semuanya. Sekali lagi Nathan menekan bel yang membuat sosok di balik pintu itu membuka pintunya dengan senyuman kecut.
548 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as pouted
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 39 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Belum sempat menyempurnakan jawaban, sesuatu yang lembut dan hangat terasa begitu saja tanpa aba di atas bibir tipis sang wanita. Tanpa kata apalagi permisi, pria yang mulai dikuasai iblis memberikan kecupan mesra dan penuh gairah. Debar yang mulai tidak bisa menahan gejolaknya mendadak seperti mendapat guyuran air langit. Sejuk.
108.7K viewsCompletedAdded to Library 302 Times as pouted
Read
+Library
EUFORIA

EUFORIA

“Jangan salah paham, Kiana. Gue masih menganggap lo cantik, kok.” Poni yang menutup matanya kurapikan, kemudian mencopot kacamata gadis ini. Dia agak terkesiap karena tindakanku. “Apalagi kalau lo nggak pakai kacamata. Lo cantik banget.” Dahinya mengerut, sudut bibirnya terangkat dan mulai tertawa pelan. “Kenapa lo ketawa?” “Kamu tiba-tiba jadi romantis gitu, sih.”
1013.2K viewsCompletedAdded to Library 489 Times as pouted
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status