SANG PENANTANG WURAKE
Pun, masih dalam balutan rasa yang entah seperti menggambarkannya, perlahan aku turunkan badan, menjumput bulir-bulir beras dan kacang tanah yang jatuh berserakan di tanah barusan.
Tapi kemudian, baru saja juga menjumput beberapa bulir, orang tua ini sudah kembali menyalak dengan tajam!
"Hei hei, apa yang kau lakukan, ha?"
Begitu awalnya sebelum kemudian dia menambahkan, "Bukankah sudah kukatakan, lebih baik aku kasih ke anjing barangku itu daripada disentuh oleh pezina seperti kamu?"
Orang tua yang tadinya kupikir adalah malaikat ini sudah terlalu jauh melampaui batasannya! Cepat aku tegakkan badan, lalu membalas!