Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku
Itu bukan surat pembelaan diri, melainkan Transkrip Nilai Akademik Resmi milikku sejak semester satu, lengkap dengan catatan kehadiran 100% dan daftar proyek riset yang aku menangkan.
Di bawahnya, aku menuliskan satu kalimat dengan spidol hitam besar:
"Prestasi ini dibangun dengan begadang di perpustakaan, bukan di kursi belakang SUV mewah ataupun Rolls-Royce. Jika ada yang meragukan integritas saya, mari kita bicara di depan Dekan, bukan di balik akun anonim."
Sore harinya, aku tidak pulang dengan mobil jemputan. Aku duduk di area Student Center, membuka laptop dan masuk ke Live Forum Kampus yang sedang panas membicarakanku.