Pria Simpananku Ternyata Kaisar
Ciuman mereka menjadi liar, basah, penuh dengan hasrat yang tertahan terlalu lama.
Tangan Kaisar bergerak turun, membuka sisa pakaian Ning Yuan dengan lembut. Kain sutra meluncur jatuh, memperlihatkan kulit putih pualam di bawah sinar matahari yang menembus celah dedaunan. Ning Yuan menggigit bibirnya, tapi tidak ada rasa takut atau malu—hanya sensasi yang mulai menjalar di sekujur tubuhnya.
"Kau begitu indah," bisik Kaisar, matanya menatap Ning Yuan dengan penuh kekaguman. "Seperti bulan yang jatuh ke bumi."