Menulis Kisah Cinta Untuk Pak CEO
Pria itu tersenyum dengan lesung pipit di pipinya yang membuat sisi lain diri Senja tidak memercayai jika yang ada di hadapannya saat ini adalah CEO dari salah satu perusahaan terbesar yang menaungi platform kepenulisan tempat naskahnya ditolak.
Gadis itu menggaruk tengkuk, lalu menunduk. “Maaf atas kelancangan saya kemarin, Pak. Saya benar-benar tidak tahu kalau—”
“Iya, tidak masalah,” potong Asa. “Jadi, apa yang membuat Anda menelepon saya kemarin?”
Senja meneguk saliva. Mendengar ucapan Asa yang informal padanya, membuat dirinya makin ketakutan dan dilanda stres yang luar biasa. “Um … ini soal penolakan naskah saya, Pak,” jawabnya.
Hot Chapters