Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin
Di atas kertas, sebuah puisi yang ditulis dengan aksara rumput liar terpampang jelas.
Ketika Mardi, Haidar, dan yang lainnya kembali sadar dan membaca isi puisinya, wajah mereka perlahan memerah, dipenuhi rasa malu dan marah.
[ Memuji Jarum ]
[ Seratus kali tempa, jadilah sebatang jarum, ]
[ Terbalik terguling, menari di atas kain. ]
[ Mata seolah-olah tumbuh di bagian belakang, ]
Capítulos Populares