Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Itulah Pajajaran sejati, bukan sekedar kerajaan, bukan tanah, tapi kesadaran yang hidup di antara rasa dan waktu.” Kemudian terlihat cahaya lembut turun dari langit, menyentuh bilah Kujang Layung yang terbaring di pangkuannya. Cahaya itu berubah menjadi untaian simbol aksara kuno, berputar mengelilinginya dan membentuk tulisan yang bersinar: “Sangkan Paraning Rasa — Teu meunang pareum, teu meunang leungit.” (Asal dan tujuan rasa — tak boleh padam, tak boleh hilang.)
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
The New Man (Manusia Baru)

The New Man (Manusia Baru)

Hukum rimba semangkin jelas dimana yang terkuat adalah penguasa dari kehidupan. *** Untuk kesekian kalinya matahari merangkak perlahan di angkasa, sinarnya mengintip di balik celah-celah tirai jendela yang terbuka. Merayap menyinari seluruh jagad raya. Ada yang aneh, hari ini suara burung berkicau dengan saling menyaut seakan berbincang antara satu dengan yang lain. Mungkin membicarakan kehidupan manusia yang porak poranda, atau sebuah tanda bahwa kehidupan manusia akan dimulai kembali. Atau bahkan sebuah ejekan akibat keangkuhan diri manusia. Tidak terlihat jelas mana yang benar diantara semua pilihan yang ada. Teka-teki yang unik dalam simbol dari setiap tanda yang telah terlihat jelas.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

’’Aku buktikan ucapanku, aku bersungguh sunnguh mencintaimu, aku ingin engkau menjadi istriku, ibu dari anak anakku, hari ini aku bawa orangtuaku untuk melamarmu menjadi istriku. Rere menjawab,’’Aku pasrahkan segala urusan kepada Allah, yang terbaik untukku, itulah yang Allah kehendaki. Terima kasih kamu sudah datang dan sudah membuktikan apa yang menjadi ucapammu, mari kita berdo’a untuk menyongsong hidup baru nanti,semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada kita dengan yang terbaik.’’ Akhirnya rombongan keluarga Juna pulang.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 503 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
TRAGEDI 98, PERUBAHAN SEORANG PEMUDA

TRAGEDI 98, PERUBAHAN SEORANG PEMUDA

kata Awan. "Dengan senang hati," kata Bagas. Bagas memetik gitar dengan indah dan membacakan puisinya: ------------------------------------------------------------- Awan, Anak Jalanan Pahlawan Muda Dari jalanan kau berjuang Untuk membela kebenaran Tak gentar pada ancaman Tak takut pada penindasan Kau pahlawan muda sejati -------------------------------------------------------------- Awan mendengarkan puisi itu dengan penuh perhatian, terharu. Bagas adalah orang yang memahami perjuangannya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
Selamat Malam, Tuan Ares

Selamat Malam, Tuan Ares

“Aku punya bunga merah yang mekar, seperti desahan lembut, tapi bisa juga seperti api yang membara.’ “Kita berbagi gelombang dingin, angin, cahaya, dan guntur; Kita berbagi kabut, gunung, dan pelangi. Seolah-olah kita selalu terpisah tapi saling mendampingi seumur hidup.” Tangan Jay yang terangkat di udara berhenti. Ia tertarik dengan puisi itu. Ia ingat pertama kali Angeline membaca puisi itu.
9.43.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117.0K kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Tampilkan Ulasan (884)
Baca
+Pustaka
Syadia Lydia Kurui
Ada kalahnya cerita ini mendatar..tapi Ada kalaNya sangat membuat pembaca berimosi..mengikut rentak cerita.. saya suka membacanya..walaupun cerita terkadang rumit untuk saya fahami bahasanya.. cerita Yang sangat panjang..tapi best......️...️...️ apakah cerita ini Akan Di nasihatkan?
Lia Wu
pengen baca tapi bab nya buanyak banget, udah mager duluan takut muter muter banyak drama,,, tang udah baca spill donk, didalamnya ada 2 cerita atau cuma 1, biasanya kan nyambung sama kisah percintaan anaknya
Baca Semua Ulasan
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Kesatria Agung Mikenai

Kesatria Agung Mikenai

Boy Knight mengangguk. Angin baru, perjalanan baru Membawakan kehidupan pada era baru Dengan para generasi baru Mewujudkan revolusi terbaru Di tanah para Dewa yang baru Vichnight melantunkan kidung seperti biasanya. Mewarnai langkah demi langkah kaki. Menempuh perjalanan nan jauh di negeri Para Dewa.
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Di sana, tertulis dengan tinta hitam yang masih basah: "AKU INI BINATANG JALANG" "Apa-apaan ini?" gumam Sori. Awalnya ia merasa kata-kata itu kasar, aneh, dan tidak sopan untuk sebuah puisi. Namun, semakin ia menatapnya, semakin ia merasa hatinya tersayat. Kata-kata itu meledak dengan semangat pemberontakan, kesepian, dan kejujuran yang brutal—hal-hal yang tidak pernah ia temukan dalam puisi-puisi kekaisaran yang membosankan dan penuh basa-basi.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status