Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Karavir berdeham dua kali untuk melegakan tenggorokan, lalu berkata dengan ekspresi penuh kenikmatan, "Judulnya 'Wisata ke Gunung Angkara'." "Dari jauh Gunung Angkara tampak kelam menjulang, puncaknya ramping, kakinya kokoh terbentang. Andaikan gunung itu dibalik arahnya, tetap saja kaki dan puncaknya saling bertukar rupa." Ewan melongo. Ini juga disebut puisi? Dengan level seperti ini, dibanding Nazar, benar-benar 11-12. Orang seperti ini jadi wakil ketua asosiasi? Bukankah cuma mempermalukan dunia sastra? Atau jangan-jangan dunia sastra zaman sekarang memang sudah merosot separah ini?
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29.4K kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
Miliarder Tampan Itu Jodohku!

Miliarder Tampan Itu Jodohku!

di situ tertulis sebuah puisi, Engkau laksana bulir embun pagi, menyejukkan, setelah jiwa beradu dengan malam yang kelam. Engkau laksana temaram bulan, mendamaikan, seusai perjalanan panjang tanpa arahan tujuan. Engkau laksana angin yang bergerak perlahan, meneduhkan, sesudah perang melawan ketidak pastian. Ijinkan aku untuk masuk ke dalam bilikmu.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
Memori Setengah Hari

Memori Setengah Hari

Ku letih bertarung dalam kesendirian Wahai kabut asmara Bentangkan akar kasihmu ke segala penjuru jiwa Hingga ku bisa semai warni warni pelangi Membuncahlah untukku bening embun surgawi Kan ku hias aurora tangga kebahagiaan Athena Menarilah engkau bersama denting simfoni para peri Kan kupetikkan gema harpa cinta Hera nan abadi Bersaksilah milyaran bintang Hestia ku berjanji -Jakarta Malam Tahun Baru-31 Desember 2019
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Kata-katanya lebih banyak, tapi lebih tajam dalam diam. Suatu malam, saat hujan turun pelan, Nara menemukan sebuah kertas terlipat rapi di atas meja makan. Tertulis: “Untuk Mama dan Papa, dari Alana.” --- Puisi itu ditulis dengan tangan mungil tapi rapi. Tidak indah secara teknis. Tapi menyayat dalam cara yang tak bisa ditiru siapa pun. --- Judul: Rumah Tanpa Alarm
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Tidak ada lagi kecanggungan di sana, yang ada hanyalah antusiasme dua jiwa yang baru saja menemukan frekuensi yang sama. Zhou Xinyi menyesap tehnya, matanya berbinar menatap Lin Ruyue. "Aku tidak bercanda, Ruyue. Puisi yang kau tulis di antologi itu, terutama bagian tentang 'Angin yang merindukan puncak gunung namun terjebak di lembah' itu menjadi topik hangat di antara teman-teman sastraku. Mereka tidak percaya seorang Putri Kedua Kerajaan Qing bisa memiliki kedalaman melankolis seperti itu." Lin Ruyue tertawa kecil, pipinya merona tipis. "Itu hanya coretan saat aku sedang melamun, Xinyi. Aku tidak menyangka akan sampai ke telinga para cendekiawan."
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
Pelayan Baru Sang Tuan

Pelayan Baru Sang Tuan

Wanita itu dipenuhi amarah lagi. "Nyonya, Anda tidak perlu emosi seperti itu. Saya saja sangat tenang, kok. Oh iya, Nyonya apa Anda tahu kata pepatah bahwa karma tidak akan pernah lupa jalan pulang?" "Apa maksudmu berbicara seperti itu?!" "Saya tidak memiliki maksud apa pun, Nyonya. Saya hanya berkata pepatah umum. Siapa yang menanam, dia yang memanen. Siapa yang merebut, maka harus siap-siap untuk direbut kembali."
845 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Masuk rumah tanpa mengucap salam dan langsung duduk di antara para orang tua. Puspa menyenggol lengan besannya dan menunjuk dengan dagu pada pasangan yang baru datang. "Nggak masalah jika masih belum jadi, Mas. Nanti coba lagi, ya. Jelita juga baru sembuh, jangan terburu-buru. Lagian sebentar lagi Rista melahirkan, jadi kami nggak akan terlalu kesepian. Masih ada bayi mungil Rista dan Mahesa," kata Ajeng berusaha menyemangati anak dan menantunya.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
PETAKA MADU BARU

PETAKA MADU BARU

ujar Mas Haris. "Enggak nyangka menantu baru juga sangat pandai memasak meski usianya masih muda dan sibuk mengurus bisnis keluarga," tambah ayah. Jiah, aku mau muntah. Ingin rasanya aku labrak mereka tapi biarkan saja mereka menikmati kejutannya.
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
The Undying Tales of AGORA BEAK

The Undying Tales of AGORA BEAK

Teman sebangkunya, Anita, menepuk pundaknya dan memberinya semangat. --- Glosarium; [1] Binatang jalang; bagian dari satu baris sebuah puisi karya Chairil Anwar "AKU" yang ditulis pada tahun 1943.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 627 kali sebagai puisi angkatan pujangga baru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status