Dokter Sakti Penguasa Dunia
Ewan belum sempat marah, tetapi Nazar sudah lebih dulu berang.
"Sialan!" bentak Nazar dengan lantang. Suaranya menarik perhatian semua orang. Dia tersenyum lebar sambil berkata, "Hari ini sebenarnya hari apa ya? Tiba-tiba aku merasa sangat terinspirasi, sampai-sampai menciptakan sebuah puisi."
"Semua yang hadir di sini 'kan orang berpendidikan. Aku ingin kalian menilai, kira-kira puisiku ini bagus atau nggak. Oh ya, kali ini puisiku bergaya modern."