Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

"Semoga besok kita diberi semangat." "A....pesss...." *** Pagi hari menyambut kehadiran pesantren. Santri putra dan putri berebut antri mandi. "Aku duluan...aku..." Teriak mereka kesal karena sebentar lagi masuk salaf. Lekas antri mandi mereka masih antri lagi. Ya. Antri sarapan. Meski sarapan hanya nasi dan tempe, kalau tidak ya lauk pauknya telor mata sapi.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as puisi berantai santri lucu
Read
+Library
Metamorfosis Anak Yang Terlihat Bodoh

Metamorfosis Anak Yang Terlihat Bodoh

seru Elfi Zahara dan Zainab Maria terkekeh-kekeh, mengolok-olok. Wow! Aku jadi terperangah dengar ucapan Indra Kesuma. Apalagi dengar olok-olokan Elfi Zahara, anak perempuan yang berkepang ekor kuda itu, membuatku jadi jengah. Semua mata teman-teman baruku ini jatuh pandang padaku, cengar-cengir tergelitik ucapan konyol Indra kesuma itu. Hati kecilku berbisik, darimana Indra Kesuma ini tahu julukanku saat di SD, sang pemimpi besar. Ah! Ini gara-gara kerjaan Bu Erika Purnama Panjaitan saja saat bercanda lihat penampilanku menggebu-gebu membawakan puisi, Kelabu Di Balik Bayang-Bayang Kemilauan Daun Duit ciptaanku sendiri, buatku jadi jengah begini.
9.810.1K viewsOngoingAdded to Library 283 Times as puisi berantai santri lucu
Show Reviews (6)
Read
+Library
Laura Pohan
Cerita ini penuh inspirasi dan nilai kehidupan, kalau kita juga bisa berjuang untuk lebih baik lagi (seperti tokoh utama) walau banyak hambatan. Mengajarkan utk tidak mudah menyerah. Bagus sekali dan wajib dibaca
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

"Cahyati hayu ka sakola, isuk-isuk geus nyanyi bae Sia teh." (Cahyati Ayo ke Sekolah, pagi-pagi sudah nyanyi saja Kamu itu). "Sakedap tungguan Lestari, urang nyandak tas heula nya." (Sebentar tunggu Lestari, Saya ambil tas dulu ya). “Yak, geuwat candak urang tungguan di buruan yak.” (Ya, cepat ambil saya tunggu di halaman ya).
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 380 Times as puisi berantai santri lucu
Read
+Library
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

#30HariMenulisNovelBatch5 #Day4 #SangKupuKupuMalam #Part3 Sub judul: Lelaki Misterius Genre: Romance sad Nama: Rita Juwita Jumkat: 985 Jam menunjukkan sembilan pagi. Ayu masih saja bergeming di tempat tidur. Rasa lelah, muak dan sedih bercampur menjadi satu. Kantuk sudah hinggap sedari tadi. Namun, wanita cantik itu masih sulit untuk memejamkan matanya. Dia masih terus memikirkan ucapan Agni. Bagaimana perasaan anak gadisnya selama ini? Apakah tersiksa seperti yang dia rasakan?
103.1K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as puisi berantai santri lucu
Read
+Library
Legenda Pendekar Pedang Naga Terakhir

Legenda Pendekar Pedang Naga Terakhir

"Tan~tantangan ini tidak semudah seperti apa yang kalian lihat! Kakek sebenarnya memberikan teka-teki sajak kepadaku untuk kupecahkan sebelum aku bisa menemukan rumput liar di Sungai terlarang ini." "Seperti apa sajak itu?" "Iya, seperti apa sajak itu?" "Hijau dibawah diatas coklat, melawan merpati yang jinak, aliran jernih bersuara indah, pantang diri untuk dilakukan." ucap Guang Xian Xie sembari bersenandung sajak. "Apa maksud dari sajak itu?" "Iya, apa maksudnya?
1039.1K viewsCompletedAdded to Library 821 Times as puisi berantai santri lucu
Read
+Library
Nikah Yuk, Gus!

Nikah Yuk, Gus!

Lain dengan Rozak yang lebih mirip dengan tiang listrik di pinggiran jalan. Detik itu ketika embun membutir di permukaan daun kaladium di depan rumah ndalem, para santri bersorak-sorai memuntahkan kekecewaan yang dari kemarin tertahan diam. Tangan saling terkepal menuju angkasa. Rupa-rupa disiram hangat matahari, sementara hati disulut kobaran api emosi. "Usir Gus Farhan!" teriak Aim sang provokator.
7.78.2K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as puisi berantai santri lucu
Read
+Library
Cacian Keluarga SuamiKu

Cacian Keluarga SuamiKu

“Kalau begitu, aku harus menang. Aku tidak boleh kalah. Tidak untuk Ayudia, tidak untuk anakku.” Malam itu, gangguan datang lebih keras. Santri-santri yang sedang berzikir mendadak melihat api berkobar di halaman. Ternyata itu bukan api biasa, melainkan cahaya merah yang membentuk lingkaran. Dari lingkaran itu, muncul bayangan-bayangan kecil, menyerupai anak-anak desa. Mereka tertawa, berlari-lari, tapi ketika didekati, wajah mereka berubah pucat dengan mata hitam kosong.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as puisi berantai santri lucu
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

"Tadi aku buat satu lagi. Judulnya 'Mencari Pertapa Tapi Tak Bertemu'. Aku bertanya pada anak di bawah pohon pinus, katanya guruku pergi buang air besar. Lupa bawa tisu, terpaksa pakai jari." Kirin sontak memuntahkan makanannya. Ewan pun memelototi Nazar. Pria tua ini benar-benar tak beretika. Bagaimana bisa dia membuat syair seperti itu saat sedang makan? Sungguh menjijikkan dan memalukan! Satria pun tak tertarik lagi dengan hotpot. Dia menaruh peralatan makannya. "Lebih baik kita bahas urusan penting. Aku sudah menyusun rencana untuk pertarungan malam ini."
9.51.1M viewsOngoingAdded to Library 38.1K Times as puisi berantai santri lucu
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Urat lehernya berkedut merespons nada tinggi dari betina tak dikenal bermantel aneh yang mendadak menantang otoritasnya. "Lo pikir lo bisa seenaknya masuk ke kampus ini bawa penyakit dan moral bejat, hah?! Semua anak di sini udah baca bukti dari forum kalau lo itu cuma gigolo sewaan tante-tante klab malam!" cerca Sarah dengan dada naik-turun menahan luapan emosi.
9.8K viewsOngoingAdded to Library 235 Times as puisi berantai santri lucu
Read
+Library
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di atas kertas, sebuah puisi yang ditulis dengan aksara rumput liar terpampang jelas. Ketika Mardi, Haidar, dan yang lainnya kembali sadar dan membaca isi puisinya, wajah mereka perlahan memerah, dipenuhi rasa malu dan marah. [ Memuji Jarum ] [ Seratus kali tempa, jadilah sebatang jarum, ] [ Terbalik terguling, menari di atas kain. ] [ Mata seolah-olah tumbuh di bagian belakang, ]
10271.8K viewsCompletedAdded to Library 5.4K Times as puisi berantai santri lucu
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status