Cacian Keluarga SuamiKu
“Kalau begitu, aku harus menang. Aku tidak boleh kalah. Tidak untuk Ayudia, tidak untuk anakku.”
Malam itu, gangguan datang lebih keras.
Santri-santri yang sedang berzikir mendadak melihat api berkobar di halaman. Ternyata itu bukan api biasa, melainkan cahaya merah yang membentuk lingkaran. Dari lingkaran itu, muncul bayangan-bayangan kecil, menyerupai anak-anak desa. Mereka tertawa, berlari-lari, tapi ketika didekati, wajah mereka berubah pucat dengan mata hitam kosong.
Capítulos Populares